oleh

Hebat! PPDB SMA/SMK di Sulut Lebih Baik Dari DKI Jakarta

MANADO, SULUTBICARA.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri di Sulawesi Utara (Sulut) telah ditutup. Dan sesuai jadwal, Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut telah mengumumkannya lewat website www.ppdb.sulutprov.go.id, Senin (06/07/2020).

Namun, berbeda dengan PPDB DKI Jakarta yang mengalami banyak masalah, pengumuman PPBD Online yang dilaksanakan Dikda Sulut berjalan dengan baik meski mengalami beberapa masalah teknis.

Kadis Dikda Sulut, dr Liesje GL Punuh MKes menilai penyelenggaraan PPDB di sekolah sudah sesuai protokol kesehatan. Dan ia menyebut pihak sekolah sudah menyediakan sejumlah loket guna mencegah kerumunan.

“Penerimaan peserta didik baru di sekolah sudah berjalan dengan baik dan lancar. Tetapi, dari peninjauan yang dilakukan masih ada sebagian kecil masyarakat yang kurang memperhatikan protokol kesehatan. Seperti saat melakukan antrian untuk mendaftar. Disitu kita melihat masih berdekatan. Namun, kita juga ingatkan kepada panitia supaya memberitahukan supaya memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini untuk memutus mata rantai Covid-19,” tutur mantan Kadis Kesehatan Sulut ini.

Ditambahkan Punuh, bagi calon siswa yang mendaftar di jalur zonasi SMA, apabila nama tidak keluar pada sekolah pilihan pertama, maka dapat pada pilihan kedua dan ketiga. Dikatakannya bahwa data calon siswa akan bergeser karena kalah dalam perengkingan jarak tempat tinggal.

“Begitupun dengan pendaftar di SMK, jika nama Anda sudah tidak ada pada pilihan jurusan yang pertama, silahkan cek pada pilihan kedua dan ketiga, karena jumlah nilai Anda telah kalah dalam perengkingan dipilihan pertama,” terangnya.

“Bagi calon siawa yang belum lulus pada PPDB Online, silahkan Melapor ke Posko PPDB Online Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jln. Samratulangi kota Manado (Memperhatikan Protokol Kesehatan) untuk diarahkan atau mendapatkan Informasi sekolah-sekolah yang masih memiliki siswa qouta penerimaan,” tambah Kadis murah senyum ini.

Jumlah Pendaftar Membludak

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kini dimasa pandemi Covid-19, banyak lulusan SMP ternama di Sulut lebih memilih melanjutkan pendidikan jenjang SMA di sekolah negeri, ketimbang melanjutkan pendidikan di satu yayasan atau sekolah swasta ternama.

“Di SMP setiap bulan harus bayar uang sekolah jutaan rupiah, namun anak-anak hanya belajar di rumah. Jadi saya rasa itu tidak efektif. Daripada bayar SPP jutaan rupiah setiap bulan, lebih baik saya kasih makan orang tidak mampu,” ungkap orangtua siswa yang meminta namanya tidak diberitakan.

Bahkan akibat dari pandemi Covid-19, telah melumpuhkan aktivitas belajar-mengajar di instansi pendidikan. Setidaknya ada beberapa sekolah swasta akan ditutup akibat virus asal Wuhan ini.

“Terjadinya musibah Covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan secara keseluruhan. Beberapa sekolah swasta bahkan tak dapat bertahan akibat pandemi ini,” ungkap pegawai di Dikda Sulut.

Diketahui, PPDB DKI Jakarta berujung ricuh akibat menerapkan pola baru penerimaan siswa, yang berbeda dengan pusat. Akibatkan, Kemendagri dan Kemendikbud harus turun tangan untuk mengatasi masalah yang membuat ratusan orangtua siswa melakukan demo.(red)

Komentar