oleh

Pemerintah Danai 305 Riset Dalam PRN 2020-2024, Polimdo Wakili Sulut

MANADO, SULUTBICARA.com – Pemerintah Indonesia mendanai sebanyak 305 riset yang lolos seleksi sebagai Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024, dengan total pendanaan sebesar Rp 242.871.043.696.

Dana 70 persen yang diterima Polimdo dari total 1,2 Miliar pertahun.

“Mulai hari ini kita bisa mulai mengeksekusi Prioritas Riset Nasional,” Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro dalam acara Penyerahan Simbolis Dana Prioritas Riset Nasional (PRN) kepada Lembaga Penerima Insentif yang ditayangkan secara virtual, Jakarta, Jumat (17/07/2020).

Pada 16 Juli 2020 pada tahap I, dana riset untuk 21 riset dari 305 riset tersebut telah disalurkan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Pendanaan yang dikucurkan pada tahap pertama itu sebesar Rp 14.304.043.796 untuk 13 lembaga.

Lembaga yang menerima pencairan dana riset PRN 2020-2024 pada tahap I itu antara lain Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Brawijaya, Sajogyo Institute, Universitas Andalas, Universitas Tadulako, Institut Seni dan Budaya Indonesia Bandung, PT Riset Perkebunan Nusantara, Universitas Syiah Kuala, Politeknik Negeri Manado, dan PT Gria Inovasi Teknologi.

Menristek Bambang menuturkan akan memantau dan mengawal pelaksanaan riset dalam PRN 2020-2024 sehingga diperoleh output atau produk yang ditargetkan sesuai dengan yang direncanakan. “Kami memastikan kegiatan ini bisa berlangsung secara kontinu,” tuturnya.

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek)/BRIN berupaya melakukan hilirisasi dan memfasilitasi agar produk dari kegiatan riset dan inovasi tersebut bisa diarahkan kepada industri atau BUMN.
“Dari sejak awal kami bekerja sama dengan industri dan BUMN dengan harapan nanti mereka bisa dengan mudah melakukan hilirisasi karena mereka sudah kenal apa yang dikerjakan oleh para peneliti, dan di sisi lain peneliti juga mengerjakan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tutur Menristek Bambang.

Direktur Utama LPDP Rionald Silaban mengatakan anggaran mendanai 305 riset dalam PRN 2020-2024 berdasarkan rekomendasi Kementerian Riset dan Teknologi. “Kemriset/BRIN dan LPDP sudah komit terhadap pendanaan ini, jadi bapak ibu peneliti mengenai masalah pencarian saya rasa tidak ada,” ujarnya.

Dia mengajak para peneliti yang belum mengajukan dana penelitian tahap pertama untuk segera mengajukannya melalui Kemristek/BRIN agar aktivitas riset yang direncanakan dapat segera dilakukan.

POLIMDO WAKILI SULUT

Untuk lembaga dan perguruan tinggi di Sulawesi Utara (Sulut) baik negeri maupun swasta praktis hanya Politeknik Negeri Manado (Polimdo) yang masuk daftar penerima pendanaan Prioritas Riset Nasional 2020-2024. Bahkan untuk perguruan tinggi vokasi, Polimdo menjadi satu-satunya di Indonesia.
Direktur Polimdo, Ir Ever Notje Slat MT menjelaskan Prioritas Riset Nasional/ PRN adalah skema penelitian yang dibiayai secara nasional dengan sasaran hasil penelitian/ luaran yang sungguh-sungguh implementatif.
“Dimana hasil penelitian memiliki manfaat yang langsung dapat dirasakan manfaatnya baik bagi industri maupun bagi masyarakat, karena teknologinya yang menjawab persoalan sehingga produktivitas meningkat yang berdampak pada nilai efisiensi dan efektivitas tinggi,” terang Direktur, Sabtu (18/07/2020).
Menurutnya, Polimdo sebagai lembaga pendidikan vokasi di Sulut melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat mampu menjawab tantangan tersebut. “Dan ini merupakan torehan prestasi yang membanggakan sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas Institusi,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Polimdo, Dr Tineke Saroinsong SST MEng yang menerima pendanaan sebesar Rp.1.200.000.000 selama setahun dengan judul Reverse engineering PLTP binary cycle 500kW Lahendong yang mendapatkan dana tersebut mengaku bersyukur.
“Puji Tuhan. Politeknik Negeri Manado menerima pendanaan Penelitian PRN tahun 2020, diserahkan secara simbolis oleh Menteri Ristek/BRIN. Penelitian ini akan terintegrasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Politeknik Negeri Bandung dan Politeknik Manufaktur Bandung. Mudah-Mudahan penelitian berjalan lancar dan sukses tercapai target luarannya,” ungkap Saroinsong.

(antara/sbc/wmt)

Komentar

Terkait