oleh

Closing Statement CEP-SSL: Hidup Petani, Hidup Nelayan

MANADO, SULUTBICARA.com – Debat terakhir calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Utara (Sulut) dengan tema “Menuju Sulawesi Utara Aman dan Tertib yang Berkeadilan Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (Pemerintah Daerah, Supremasi Hukum, Politik, Keamanan dan Bebas Korupsi)” yang dilaksanakan di GKIC, Selasa (17/11/2020) berlangsung sukses.

Ketiga paslon memaparkan visi, misi dan program masing-masing. Tak hayal, saling lempar pertanyaan pun terjadi.

Paslon nomor urut 1, Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) tampil begitu memukau dalam debat tersebut. Bahkan, dalam closing statement tampak keberpihakan CEP-SSL pada petani dan nelayan.

“Tentunya kami pasangan nomor urut 1, Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar datang untuk menjadi solusi bagi masyarakat Sulawesi Utara dan insyaallah kami tidak akan menjadi pembawa masalah atau pembawa derita kepada masyarakat Sulawesi Utara,” tukas Sehan.

“Tentunya kami telah menyusun apa yang menjadi kebutuhan masyarakat melalui visi misi kami,” tambah Sehan.

“Sejalan dengan visi mini CEP Sehan komitmen kami tetap satu, bagaimana menaikan harga komoditas unggulan Sulut, cengkeh pala dan kopra lambang dan kebanggaan serta jati diri rakyat Sulut yang sepanjang sejarah Nyiur Melambai ssbagai icon yang diabadikan dalam lambang daerah dan pernah digunakan dalam rumah rakyat DPRD Provinsi Sulawesi Utara dinamakan Gedung Cengkeh,” ujar CEP.

“Hidup petani, hidup nelayan,” tegas keduanya.

“Karena itu marilah kita bersama sama mempertahankan dan menomor satukan komoditas unggulan ini. Pilih nomor 1 CEP-Sehan,” tutup keduanya.

(sbc)

Komentar