oleh

Astaga! Informasi Pilrek IAKN Manado Ditutupi, KIP Sulut: Bisa Dipidanakan

MANADO, SULUTBICARA.com

Tertutupnya akses informasi tentang mekanisme dan aturan main pemilihan Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado disebut sebagai langkah mundur/bahaya bagi perguruan tinggi milik Kementerian Agama tersebut.

Menurut Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Sulawesi Utara (Sulut) Raymond Pasla, segala hal terkait pemilihan Rektor IAKN Manado tersebut adalah termasuk dalam kategori informasi publik. Lantaran IAKN Manado adalah badan publik milik masyarakat Sulawesi Utara.

“Tidak ada yang rahasia dan harus ditutup-tutupi dalam pemilihan Rektor IAKN Manado. itu milik masyarakat Sulut, jadi masyarakat berhak tahu siapa saja yang akan menjadi calon rektor disana, apa yang menjadi syarat pencalonan, jadwal, serta bagaimana aturan, cara dan sistem pemilihannya. Karena ini menyangkut kebijakan publik maka masyarakat berhak tahu,” tukas wartawan senior ini, Kamis (24/03/2022).

Pasla sangat sepakat, bahwa perguruan tinggi mestinya menjadi garda terdepan dalam mendidik keterbukaan informasi kepada masyarakat. “Karena IAKN Manado ini bukan perusahaan, tapi badan publik. Jadi himbauan kita, semuanya harus dibuka kepada publik. Karena ini menyangkut masa depan IAKN Manado sebagai milik publik. Keliru besar kalau ada yang ditutupi,” ucapnya.

Pasla menyebut, sesuai Undang-undang No 14 Tahun 2008 tentang KIP juga ada ketentuan pidana informasi dengan ancaman penjara 1 tahun atas penutupan informasi publik. Dia pun meminta civitas IAKN Manado untuk dapat melaporkan secara resmi di Kantor KIP Sulut.

“Jangan main-main dengan keterbukaan. Karena ada pidana informasi sesuai ketentuan undang-undang No 14 tahun 2008. Itu bisa digugat dan ada ancaman penjara 1 tahun,” tegasnya.

Sementara itu, beberapa civitas IAKN Manado menyayangkan sikap yang dilakukan panitia pemilihan Rektor IAKN Manado. Menurutnya mereka tahapan pemilihan sengaja disembunyikan.

“Jangankan wartawan, kami saja yang setiap hari disini untuk informasi pemilihan sengaja disembunyikan,” kesal beberapa civitas IAKN Manado.

Sementara itu, Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor IAKN Manado periode 2022-2026 Alrik Lapian yang dihubungi via WhatsApp enggan memberikan informasi terkait pemilihan rektor tersebut.

Dari informasi yang didapat, bahwa hanya ada satu nama yang diusulkan kepada Kementerian Agama, yaitu Jeane Tulung. Diketahui Jeane Tulung telah memimpin IAKN Manado selama dua periode.

(bil)

Komentar

Terkait