Analisis Persepsi Mahasiswa Jurusan Akuntansi Dalam Menggunakan E-Money

Sumikolah1050 Dilihat

Ditulis oleh : Wenny Anggeresia Ginting, Fanesa Isalia Minanda Syaefudin, Andreas Randy Wangarry, Lidya Anggiline Maramis dari Politeknik Negeri Manado

PENDAHULUAN

Transfer Pricing merupakan suatu harga jual khusus yang biasanya dipakai sebagai alat pertukaran antar organisasi divisional guna untuk mencatat setiap pendapatan yang ada dari divisi penjualan dan dari biaya yang dikeluarkan oleh divisi pembelian. Sebenarnya tujuan dilakukannya transfer pricing ini digunakan untuk mengevaluasi serta mengukur setiap kinerja yang terjadi di perusahaan, namun dalam pelaksanaanya transfer pricing ini banyak digunakan oleh beberapa perusahaan multinasional untuk meminimalisir jumlah pajak yang harus mereka bayar dengan melakukan rekayasa harga transfer antar divisi perusahaan.  Dengan memegang kunci utamanya yaitu dengan mengandalkan hubungan istimewa transfer pricing akan dapat dengan mudah untuk berhasil dalam sisi pajaknya.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Menurut (Ilyas, Wirawan B., dan Rudy, 2009), bahwa penelitian explanatory adalah penelitian yang bertujuan menelaah kausalitas antar variabel yang menjelaskan suatu fenomena tertentu (Kiswanto, Nancy Purwaningsih, 2014). Dalam penelitian ini, metode analisis data yang digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda merupakan regresi yang memiliki satu variabel dependen dan dua atau lebih variabel independen (Rahayu, 2010). Adapun persamaan yang digunakan sebagai berikut: Y=ac+b1X1 +b2X2+b3X3+b4X4+e Keterangan: Y = Transfer Pricing, a = Konstanta, b = Koefisien Regresi, X1 = Tunneling incentive, X2 = Exchange Rate, X3 =Leverage, e=Term of Error. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur pada tahun 2013-2017 sebanyak 116. Pengambilan sampel dilakukan dengan purpossive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Smulowitz et al., 2019).

Hasil dan Pembahasan

1.1.                Uji Normalitas Data

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Unstandardized Residual
N   77
Normal Parametersa,b Mean

Std. Deviation

0E-5

.28715621

  Absolute .131
Most Extreme Differences Positive .131
  Negative -.088
Kolmogorov-Smirnov Z   .856
Asymp. Sig. (2-tailed)   .556
  1. Test distribution is Normal
  2. Calculated from

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah N berkurang dari 116 menjadi 77 dikarenakan terdapat data yang bernilai minus sehingga terbuang sewaktu melakukan transformasi data. Dapat dilihat juga bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) telah berubah menjadi 0.556, yang dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi dengan normal.

1.2.    Uji Hipotesis

Analisis Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

 

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
(Constant) .277 .260   1.533 .132    
X1 -.078 .187 -.079 -.519 .607 .759 1.318
1         X2 1.555 .570 .452 3.069 .004 .812 1.231
X3 -.198 .307 -.133 -.956 .344 .908 1.101

Dependent Variable: Y

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat disusun persamaan analisis regresi linier berganda sebagai berikut: Transfer Pricing (Y) = 0,277 (a) – 0,078 Debt Covenant(b1) + 1,555 Tunneling Incentive (b2) – 0,198 Leverage(b3) + e.

Dari persamaan regresi linier berganda diatas dapat dijelaskan bahwa konstanta (a) sebesar 0,277 artinya bahwa Debt Covenant (b1), Tunneling Incentive (b2), dan Leverage (b3) sama dengan konstan atau bernilai nol, maka Transfer Pricing (Y) positif atau akan mengalami peningkatan sebesar 0,277. Koefisien regresi Debt Covenant (b1) sebesar -0,078 artinya setiap perubahan satu satuan rasio Debt Covenant (b1), maka Transfer Pricing (Y) negatif atau akan mengalami penurunan sebesar -0,078. Koefisien regresi Tunneling Incentive (b2) sebesar 1,555 artinya bahwa setiap perubahan satu satuan rasio keuangan Tunneling Incentive (b2), maka Transfer Pricing (Y) positif atau akan mengalami peningkatan sebesar 1,555. Koefisien regresi Leverage (b3) sebesar -0,198 artinya bahwa setiap perubahan satu satuan rasio keuangan Leverage (b3), maka Transfer Pricing (Y) negatif atau akan mengalami penurunan sebesar -0,198.

1.3.    Koefisien Determinasi

Model Summary

 

Model R R Square Adjusted                        R

Square

Std. Error of the

Estimate

Durbin-Watson
1 .335a .156 .223 .31721 1.788

Predictors: (Constant), X1, X2, X3

Dependent Variable: Y

Berdasarkan hasil data diatas dapat dilihat nilai Adjusted R Square sebesar 0,223 atau 22,3%. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen mempengaruhi variabel dependen sebesar 22,3% dan sisanya berasal dari variabel lain yang berada di luar model.

1.4.   Uji T

 Coefficientsa

 

        Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
(Constant) .277 .260   1.533 .132    
X1 -.078 .187 -.079 -.519 .607 .759 1.318
1                     X2 1.555 .570 .452 3.069 .004 .812 1.231
               X3 -.198 .307 -.133 -.956 .344 .908 1.101

Berdasarkan hasil output di atas, dapat dilihat bahwa t tabel sebesar 2,32155.

Berikut adalah penjelasannya:

Debt Covenant (X1) pada thitung sebesar -0,519 dimana thitung < ttabel yaitu 0,519 < 2,32155 dan nilai sig > 0,05 yang berarti secara parsial Pajak (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap Transfer Pricing (Y), maka pernyataan H1 ditolak.

Tunneling Incentive (X2) pada thitung sebesar 3,069 dimana thitung > ttabel yaitu 3,069 > 2,32155 dan nilai sig < 0,05 yang berarti secara parsial Exchange Rate (X2) berpengaruh positif signifikan terhadap Transfer Pricing (Y), maka pernyataan H2 diterima.

Leverage (X3) pada thitung sebesar -0,956 dimana thitung < ttabel yaitu 0,956 < 2,32155 dan nilai sig > 0,05 yang berarti secara parsial Leverage (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap Transfer Pricing (Y), maka pernyataan H3 ditolak.

1.5.    Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
  Regression .887 3 .113 3.675 .061b
1 Residual 4.477 55 .077    
  Total 5.456 49      

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa Fhitung sebesar 3,675 sedangkan Ftabel sebesar 2,57. Dengan demikian Fhitung (3,675) > Ftabel (2,57) yang berarti bahwa DEBT COVENANT (X1), TUNNELING INCENTIVE(X2), dan LEVERAGE (X3), berpengaruh secara simultan terhadap TRANSFER PRICING (Y) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2019-2021.

KESIMPULAN

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Debt Covenant (X1), Tunneling Incentive (X2), dan Leverage (X3), berpengaruh secara simultan terhadap Transfer Pricing (Y) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2019-2021 sedangkan t table menunjukkan bahwa dari ketiga variable independen yakni Debt Covenant (X1), Tunneling Incentive (X2), dan Leverage (X3) hanya variabel Tunneling Incentive (X2) yang berpengaruh signifikan terhadap Transfer pricing dan Debt Covenant (X1) dan Leverage (X3) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Transfer Pricing

UCAPAN TERIMAKASIH

Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Politeknik Negeri Manado atas dukungan yang telah diberikan kepada peneliti sehingga dapat menyelesaikan penelitian ini.

Daftar Pustaka

Ilyas, Wirawan B., dan Rudy, S. (2009). Panduan Komprehensif, Mudah dan Praktis, Pajak Penghasilan. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Kiswanto, Nancy Purwaningsih, A. (2014). Pengaruh Pajak, Kepemilikan Asing, dan Ukuran Perusahaan terhadap Transfer Pricing pada Perusahaan Manufaktur di Bei Tahun 2010-2013. Jurnal Ekonomi Akuntansi Universitas Atma Jaya, 1–15.

Mispiyanti. (2015). Pengaruh Pajak , Tunneling Incentive dan Mekanisme Bonus Terhadap Keputusan Transfer Pricing. Program Studi Akuntansi, 16(1), 62–73.

Nuradila, R. F., & Wibowo, R. A. (2018). Tax Minimization sebagai Pemoderasi Hubungan antara Tunneling Incentive, Bonus Mechanism dan Debt Convenant dengan Keputusan Transfer Pricing. Journal of Islamic Finance and Accounting, 1(1). https://doi.org/10.22515/jifa.v1i1.1135

Rahayu, N. (2010). Evaluasi Regulasi Atas Praktik Penghindaran Pajak Penanaman Modal Asing. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 7(1), 61–78. https://doi.org/10.21002/jaki.2010.04

Renny, R., & Eurotama, K. S. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Di Kpp Pratama Jakarta. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(01), 01–09. https://doi.org/10.56127/jukim.v2i01.397

Sari, M. P., Majidah, E. A., & Raharja, S. (2022). Effect of Bonus Plan, Debt Covenant, Firm Size And Tunneling Incentive On Tax Avoidance With Transfer Pricing As Intervening Variables. Academy of Accounting and Financial Studies Journal, 26(1), 1–9.

Komentar