Sitaro Makin Terang, PLN Segera Bangun PLTS Komunal di Pulau Pahepa

Daerah864 Dilihat

TAHUNA – Langkah maju dalam meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sulawesi Utara makin gencar. Tidak hanya itu, PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo) berusaha men-sinergikan perencanaan pembangunan pembangkit listrik EBT dengan program Pemerintah Daerah setempat.

Hal ini pun dilakukan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), di mana PLN UID Suluttenggo melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna dan Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sulawesi Utara (UP2K Sulut) berupaya memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat. Pemenuhan akan penambahan keandalan kelistrikan di Kepulauan Sitaro dapat digandeng bersamaan dengan penyediaan sumber listrik hijau.

Berdasarkan hasil kajian mendalam, sumber listrik hijau yang memungkinkan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal. PLTS Komunal adalah proyek EBT yang melibatkan komunitas di daerah pedesaan dalam hal ini di Pulau Pahepa. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan akses terhadap energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan.

PLN UP3 Tahuna dan UP2K Sulut bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro pun sudah melakukan survey lokasi pembangunan infrastuktur PLTS Komunal Tahap 1, salah satunya berlokasi di Pulau Pahepa, Kabupaten Kepulaun Sitaro dengan kapasitas 270 kWp pada (10/08/2023). Hal ini pun menjadi sinyal positif percepatan progres pembangunan pembangkit listrik hijau ini.

Manager UP3 Tahuna, Muhammad Taufik mengatakan, PLN sebagai perpanjangan tangan pemerintah menjalankan tugas khususnya dalam pembangunan infrastuktur kelistrikan. “Dalam pembangunan PLTS ini, perlu dilakukan survey lokasi untuk memastikan kondisi yang akan dibangun. PLN akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Sitaro untuk kelancaran pembangunan ini,” ujar Taufik di Tahuna, 1 September 2023.

Taufik pun menambahkan bahwa pembangunan pembangkit hijau ini akan sangat mempengaruhi geliat aktifitas masyarakat hingga pertumbuhan positif ekonomi daerah. “Harapannya, dengan adanya pembangunan PLTS ini ekonomi dan produktivitas dapat meningkat serta mendorong kesejahteraan masyarakat Pulau Pahepa dan sekitarnya,” tutur Taufik.

Selaras dengan komitmen PLN dalam pengembangan EBT di daerah 3T. Kebutuhan energi hingga peran penting PLTS seharusnya menjadi salah satu jurus ampuh pemerintah mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Ari Dartomo pun menambahkan bahwa pihaknya tengah intens berkoordinasi dengan beberapa Pemerintah Daerah untuk mengkaji beberapa potensi lokasi yang dapat dikembangkan menjadi tambahan pembangkit listrik energi hijau untuk terus memenuhi target bauran EBT seluruh Indonesia pada 2025 mencapai 23%.

“Kami benar-benar fokus dalam mempercepat progres pembangunan pembangkit EBT sesuai dengan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030. Namun di satu sisi, berbagai usulan potensi lokasi EBT secara intens kami usulkan untuk dapat dipertimbangkan sesuai dengan kajian mendalam,” ungkap Dartomo.

(sbc)

Komentar