Keluhkan Remunerasi RSUP Kandou, Sejumlah Dokter Diduga Laporkan Kinerja Ivone Rotty ke Kemenkes

Headline13289 Dilihat

MANADO – Dokter umum, dokter spesialis, dan dokter subspesialis mengeluhkan kinerja Dr dr Ivonne Rotty MKes dalam penerapan remunerasi di RSUP Kandou Manado. Hal inilah yang membuat sejumlah dokter menyurat ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Menurut mereka penerapan remunerasi yang di bawah dari UMR menjadi bentuk penghinaan terhadap profesi dokter. Bahkan menurut mereka, hasil kerja di Bulan Juli, pembayaran remunerasi baru diterima pada bulan Agustus dengan kisaran antara 1 juta-2 juta.

“Remunerasi yang diterima terlambat dengan kondisi terjun bebas. Semua pertanyakan kepada dr Ivone Rotty yang menjadi koordinator remunerasi, saat itu sebagai Direktur Bidang SDM yang saat ini menjabat sebagai Plt Direktur,” tukas sejumlah dokter yang meminta nama mereka tidak diberitakan, Jumat (08/09/2023).

Menurut mereka, remunerasi yang anjlok tersebut merupakan tanggung jawab dr Ivonne sebagai penanggung jawab remunerasi dan sebagai Direktur SDM.

“Semua dokter resah bahkan ada yang menangis dengan anjloknya remunerasi. Dan beranggapan Direktur Ivonne sadis dan tidak ada penghargaan pada profesi dokter, bahkan ada yang mengganggap dengan kompensasi sangat minimal ini, hal ini merupakan pelecehan terhadap profesi dan kinerja dokter,” keluh mereka.

Padahal disebutkan, bahwa perolehan pendapatan RSUP Kandou Manado tahun terakhir mencapai 50 miliar.

“Kemana uang-uang yang harusnya dibayarkan kepada dokter-dokter tersebut. Harus diusut tuntas dan harus dilakukan pemeriksaan terhadap pejabat tersebut,” tanya mereka.

Sementara menurut mereka, dokter-dokter juga mempunyai kontribusi untuk akreditasi yang baik terhadap RSUP Kandou Manado. “Ijasah-ijasah dokter, kepakaran dokter-dokter tersebut, kinerja nya sangat dbutuhkan untuk meningkatkan kualitas RSUP Kandou Manado dalam penilaian akreditasi,” papar mereka.

Mereka juga menanyakan terkait sebutan/predikat “paripurna” yang disematkan kepada RSUP Kandou Manado merupakan hasil kerja dokter-dokter yang saat ini terzolimi dalam hal remunerasi.

“Kemana uang-uang tersebut? Sudah dirapatkan mengenai remunerasi tapi tidak ada solusi. Semua dokter menjadi putus asa. RSUP Kandou Manado yang menjadi pusat rujukan Indonesia Timur, dokternya dihargai lebih rendah dari UMR,” kesal mereka.

“RSUP Kandou Manado dengan hasil 50 Miliar, tak mampu membayar remunerasi yang layak untuk dokter. Padahal dokter memiliki profesi yang sangat berisiko dan tanggung jawab yang besar,” tambah mereka.

Sementara itu, Plt Direktur RSUP Kandou Manado, Dr dr Ivonne Rotty MKes memilih tidak memberikan keterangan lebih jelas. “Saya masih tugas luar,” singkat dr Ivone menjawab pertanyaan media ini.

Dilain pihak, Manager Tim Kerja Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Kandou, Ruslianto Apeldorn Urendeng tak mengetahui perihal laporan sejumlah dokter ke Kemenkes.

“Untuk info tersebut kami belum mengetahuinya. Nanti konfirmasi dengan bagian terkait. Untuk info lebih lanjut silahkan datang ke kantor pada hari dan jam kerja,” katanya.

(bil)

Komentar