Kuliah Perdana Teknik Mesin Polimdo Hadirkan Pakar Energi Terbarukan dari Swiss

Sumikolah1441 Dilihat

MANADO – Indonesia berkomitmen untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060, melalui transisi energi yang pada hakekatnya adalah memberikan porsi yang lebih kepada energi baru dan terbarukan, mengurangi pemakaian fosil, menekan impor energi, dan sekaligus berkontribusi dalam pencapaian lingkungan hidup yang lebih baik.

Inilah yang mendasari Program Studi Mekatronik dan Program Studi Produksi dan Perawatan Jurusan Teknik Mesin Polimdo untuk menghadirkan Founder of Hycon GmbH Swiss, Thomas Gross MSc CSA dan Manajer PT PLN Nusantara Power Minahasa Andreas Arthur sebagai pembicara pada kuliah perdana mahasiswa yang dilaksanakan di Lantai 4 Gedung Pusat Polimdo, Jumat (26/01/2024).

Direktur Polimdo Dra Mareyke Alelo MBA diwakili Wakil Direktur Akademik, Dr Ir Tineke Saroinsong SST MEng menjelaskan kegiatan kuliah tamu dengan narasumber dari praktisi industri yang kredibel di bidangnya, dan ini sangat penting dilakukan untuk menambah wawasan mahasiswa.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Manager PT PLN Nusantara Power, Andreas Arthur, yang sudah bersedia memberikan materi tentang potensi Renewable Energy di Sulawesi Utara. Polimdo dan PT Nusantara Power sudah MoU dan PKS. Kegiatan ini merupakan implementasi PKS dengan  Jurusan Teknik Mesin,” ujar Saroinsong kepada media ini, Senin (29/01/2023).

Dirinya juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Mr Thomas Gross, selaku narasumber dari luar negeri, khususnya dari Swisszerland yang bersedia sharing terkait Hydropower plant dan Mikrohydro.

Menurutnya, Link and Match dengan Industri menjadi roh pendidikan Vokasi.

“Kegiatan kuliah perdana ini dimaksudkan agar Mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmu, khususnya mengontrol pembangkit listrik, dan baik untuk mikro hydro,” ujarnya.

Koordinator Program Studi Teknologi Rekayasa Mekatronika Jurusan Teknik Mesin, Alfred Mekel SST MT berharap para lulusan bisa bekerja di bidang yang sesuai dengan disiplin ilmu yang diserap.

“Baik itu soal manfaat air, bahkan sungai untuk pembangkit listrik dalam pengolahan hasil pertanian. Dalam penerapan ilmu mengenai energi terbarukan ini, kirannya terus bekerja sama dengan PLN baik itu dalam  negeri maupun dunia internasional, seperti di Amerika dan Eropa,” tambahnya.

(sbc)

Komentar