Jelang Masa Tenang! Bawaslu Manado: Tingkatkan Kualitas Pengawasan

Daerah1413 Dilihat

MANADO – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Manado, Heard Runtuwene meminta jajaran Panwascam untuk meningkatkan kualitas pengawasan terhadap proses kampanye Pemilu 2024, menjelang berakhirnya masa kampanye pada 10 Februari 2024 dan dimulainya masa tenang.

“Sisa masa kampanye ini, kita harus tingkatkan kualitas pengawasan kampanye kita,” kata Runtuwene pada kegiatan Rapat Koordinasi Penyelenggara Penanganan Pelanggaran Nasa Kampanye pada Pemilu tahun 2024 di Hotel Rogers Manado, Selasa (06/02/2024).

Koordinator Divisi penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa Bawaslu Kota Manado, tersebut memandang bahwa sisa hari dalam tahapan kampanye ini masih memiliki potensi tinggi terjadinya pelanggaran.

Dia meminta kepada jajarannya untuk mempersiapkan langkah dan pemetaan permasalahan di wilayah masing-masing yang mungkin terjadi dalam masa tenang atau setelah masa kampanye.

“Lakukan koordinasi dengan stakeholder (pemangku kepentingan) terkait dengan pembersihan alat peraga kampanye (APK) yang masih terpasang di masa tenang. Pastikan APK semua harus sudah tertib tanggal 10 tengah malam di pergantian hari,” tegasnya.

Sementara itu, Akademisi Unima Victory Rotty juga mengatakan masa kampanye dalam pemilu kali ini singkat yakni selama 75 hari, namun tensi politik yang diakibatkan sangat tinggi.

Oleh karena itu, ia meminta jajaran pangawas terus melakukan pengawasan secara cermat terhadap proses penyampaian visi misi dari para calon delegasi rakyat.

“Kerja-kerja pengawasan kita belum usai, kampanye kali ini singkat namun tensi politiknya tinggi, pastikan mata teman-teman semakin jeli dalam melakukan pengawasan,” ujarnya.

Dilain pihak Tenaga Ahli Bawaslu Republik Indonesia, Fentje Bawengan turut memaparkan tujuan partisipasi masyarakat ini adalah untuk bersama mengawasi seluruh tahapan pemilihan, termasuk dugaan pelanggaran serta mencegah terjadinya berbagai potensi pelanggaran.

“Karena sangat no sense pemilu tidak memiliki pelanggaran. Semua terjadi pelanggaran, apalagi sekarang sudah punya teknologi yang tinggi. Maka dari itu perlu adanya bantuan dari semua pihak baik Stakeholder, pers dan masyarakat,” tegas Bawengan yang membawakan materi melalui daring.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain seluruh Panwascam se-Kota Manado, pemantau pemilu dan para jurnalis.

(sbc)

Komentar