SULUTBICARA.COM – alam upaya meningkatkan keterampilan dasar dan teknik bercerita digital, dosen Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar kegiatan Digital Storytelling (DST) terhadap Kemampuan Berbicara Mahasiswa Engineering, Senin (01/12/2025).
Dikatakan dosen Polimdo yang terdiri dari Maya Ernie Inneke Munaiseche SS MHum, Dra Endah Haryono MEd TESOL, Laela Worotikan SAg MPdI, dan Josephin Sundah SST MT bahwa pembelajaran bahasa Inggris berbasis Digital Storytelling sangat selaras dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Menurut mereka, hal ini karena kedua metode tersebut menekankan pada keterlibatan aktif siswa, pemecahan masalah yang kontekstual, dan pembelajaran kolaboratif.

“Pembelajaran bahasa Inggris berbasis Digital Storytelling sangat selaras dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) karena keduanya samasama menempatkan mahasiswa sebagai pemecah masalah yang aktif, kreatif, dan reflektif. Paduan DST PBL tidak hanya mengasah kemampuan bahasa, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah yang relevan dengan dunia teknik,” ujar mereka.
Ditambahkannya, bahwa konsep DST berbasis PBL dalam skema ini, mahasiswa diberi “masalah” atau situasi autentik terkait dunia keteknikan (misalnya isu keselamatan kerja, efisiensi energi, atau otomasi industri) yang harus diselesaikan melalui sebuah digital story berbahasa Inggris.
“Produk akhirnya berupa video atau media multimodal yang berisi narasi masalah, analisis, dan solusi yang komunikatif,” paparnya.

Mereka pun menjelaskan bahwa langkah utama dalam kelas adalah dengan mengudentifikasi masalah.
“Dosen mempresentasikan kasus atau skenario teknis yang bersifat terbuka (ill-structured problem), lalu mahasiswa mendefinisikan masalah dalam bahasa Inggris,” katanya.
Berikut metode yang digunakan Maya Ernie Inneke Munaiseche SS MHum, Dra Endah Haryono MEd TESOL, Laela Worotikan SAg MPdI, dan Josephin Sundah SST MT kepada para mahasiswa Teknik:
Eksplorasi dan riset: Mahasiswa menggali informasi, konsep teknis, dan kosakata ESP yang relevan untuk memahami dan menjelaskan masalah.
Perancangan cerita: Mahasiswa menyusun alur storytelling (situasi–masalah–analisis–solusi) dalam bentuk skrip, storyboard, atau cerita bergambar.
Produksi digital story: Mahasiswa membuat video atau presentasi digital dengan menggabungkan narasi lisan, teks, gambar, dan audio berbahasa Inggris.
Presentasi dan refleksi: Kelompok mempresentasikan solusi lewat digital story, menerima umpan balik, lalu merefleksikan proses pemecahan masalah dan penggunaan bahasa.
Dampak terhadap kemampuan mahasiswa
Pendekatan DST berbasis PBL terbukti dapat meningkatkan kelancaran berbicara, kepercayaan diri, dan kemampuan menjelaskan konsep teknis dalam bahasa Inggris.
Selain itu, mahasiswa menunjukkan perkembangan dalam keterampilan abad ke-21 seperti pemecahan masalah, kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital.
Contoh penerapan pada mahasiswa teknik
Proyek video “solusi teknis”: Mahasiswa diminta membuat penjelasan fungsi peralatan yang ada dibengkel ( Meaning and Function) , atau alat ukur, lengkap dengan penjelasan prosedur dalam bahasa Inggris.
Dengan desain seperti ini, pembelajaran bahasa Inggris tidak lagi hanya latihan dialog, tetapi menjadi pemecahan masalah nyata yang dekat dengan dunia kerja mahasiswa teknik melalui English practice. Output dari kegiatan ini adalah video berdurasi 3-5 menit (sekitar 300-500 kata).
Melalui proses ini, mahasiswa teknik mendapatkan manfaat ganda:
Memiliki pengalaman belajar bahasa Inggris: Terbiasa menggunakan istilah alat (tools) dan prosedur teknik secara lisan.
Memiliki bukti karya digital yang menunjukkan bahwa mereka adalah praktisi yang mampu berkomunikasi dalam pembelajaran yang terhubung dengan praktek beberapa MK yang ada di bengkel atau studio.
(***)






Komentar