Kemenag Tegaskan krisis Kesehatan Mental Keluarga di Era Digital saat Seminar Natal Nasional 2025

Daerah, Agama1177 Dilihat

SULUTBICARA.COM – Rangkaian Seminar Natal Nasional 2025 resmi dimulai. Dengan tema tajam “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Panitia Natal Nasional 2025 mendorong masyarakat untuk menempatkan keluarga kembali sebagai pusat pembentukan karakter, iman, dan ketahanan sosial bangsa. Tema ini diangkat dari Matius 1:21–24, yang menegaskan bahwa kehadiran Allah selalu membawa pemulihan dimulai dari rumah.

Sulawesi Utara, menjadi salah satu tempat dari sembilan daerah penyelenggara Seminar Natal Nasional 2025. Penunjukan ini didasarkan pada kajian pusat yang menilai indeks keluarga di Sulawesi Utara berada pada kategori baik dan relevan dengan fokus perayaan Natal Nasional 2025.

Dan di Sulawesi Utara, IAKN Manado dipercaya menjadi tuan rumah dalam seminar yang merupakan salah satu agenda strategis dalam rangkaian Natal Nasional 2025.

Melibatkan lembaga keagamaan, universitas, organisasi kepemudaan, dan pemerintah daerah, seminar ini dirancang sebagai forum pemetaan tantangan keluarga Indonesia sekaligus ruang refleksi yang akan dituangkan dalam bentuk buku elektronik.

Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Dr Jeane Marie Tulung STh MPd, membuka seminar sekaligus menyampaikan materi tentang krisis relasi dan kesehatan mental keluarga yang semakin kompleks di era digital.

Dalam paparannya, Dirjen mengangkat tema mengenai peran gereja dalam pelayanan kesehatan mental keluarga, merujuk pada berbagai dinamika krisis yang dialami keluarga Indonesia, termasuk peningkatan kasus kekerasan rumah tangga, konflik relasi, tekanan media sosial, hingga stres dan gangguan mental yang dialami anak dan remaja.

“Kita melihat data yang memprihatinkan. Kasus kekerasan rumah tangga mencapai 58,9 persen dan 61,9 persen korbannya adalah anak. Ini menunjukkan bahwa keluarga sedang berada dalam tekanan berat dan membutuhkan pendampingan serius,” ujarnya dalam Seminar Natal Nasional 2025 yang digelar di IAKN Manado, Kamis (11/12/2025).

Dia juga menyoroti tingginya angka perceraian nasional, perubahan pola relasi akibat digitalisasi, hingga meningkatnya depresi dan kecemasan pada remaja.

Dirjen menegaskan bahwa gereja memiliki mandat moral dan spiritual untuk terlibat aktif dalam mendampingi keluarga yang mengalami pergumulan mental dan sosial.

“Pelayanan kesehatan mental adalah wujud nyata kasih Kristus. Gereja harus menjadi ruang aman yang menyembuhkan luka batin, memulihkan martabat jemaat, dan menghadirkan harapan bagi keluarga,” tegasnya.

Menurutnya, gereja dapat mengimplementasikan pelayanan ini melalui edukasi keluarga, konseling pastoral, pembentukan support group keluarga, serta mentoring bagi pasangan dan orang tua.

“Kita tidak boleh membiarkan jemaat menghadapi pergumulan mental dan keluarga sendirian. Gereja harus hadir mendampingi dan memastikan setiap keluarga mendapat dukungan yang memadai,” sambung Dirjen.

“Kesehatan mental sering kali masih dianggap tabu. Padahal jemaat butuh ruang aman untuk bercerita. Gereja perlu memecah stigma, membangun literasi, dan membuka ruang dialog agar umat berani mencari pertolongan,” tutur Dirjen.

Sementara itu, Rektor IAKN Manado, Dr Olivia Cherly Wuwung ST MPd menyampaikan sambutan dan menegaskan bahwa keluarga yang pulih adalah fondasi bagi gereja, masyarakat, dan lembaga pendidikan.
“Atas nama civitas IAKN Manado Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Panitia Natal Nasional yang telah memilih IAKN Manado sebagai salah satu lokasi penyelenggara,” katanya.

Ditambahkannya, melalui penyelenggaraan Seminar Natal Nasional 2025 ini, IAKN Manado bersama pemerintah, gereja, dan akademisi meneguhkan komitmen untuk menjadi mitra dalam memulihkan dan memperkuat keluarga Indonesia.

“Kiranya kasih Kristus membawa damai sejahtera bagi setiap keluarga,” tambahnya.

Diketahui seminar tersebut juga menghadirkan para narasumber seperti dr Esther Sinsuw SpKJ, Dr Agnes Raintung MTh dan Pdt Billy Yohanes yang menyoroti pentingnya pelayanan gereja dalam mendampingi kesehatan mental keluarga melalui edukasi, konseling pastoral, dan pencegahan kekerasan.

Acara semakin meriah dengan penampilan Paduan Suara Mahasiswa IAKN Manado yang memberikan nuansa sukacita Natal.

(sbc)

Komentar