RSUP Kandou Ukir Sejarah, Operasi Phalloplasty Pertama di Indonesia

Daerah1144 Dilihat

SULUTBICARA.COM — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou telah mengukir sejarah dengan berhasil melaksanakan operasi phalloplasty atau rekonstruksi penis pada dua pasien laki-laki yang sebelumnya menjalani pengangkatan total penis akibat tumor di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUP Kandou, Jumat (09/01/2026).

Dalam prosedur bersejarah ini, tim ahli bedah berhasil melakukan tindakan bedah prosedur uretroplasty dan URS RGP bilateral ini pada pasien berinisial KT (50) dan SM (52). Operasi dipimpin oleh dr Eko Arianto SpU, dari Divisi Urologi RSUP Kandou, dan dilakukan secara kolaboratif bersama tim urologi RS Hasan Sadikin Bandung yaitu dr Rahmad Mustafa SpU dan dr Vicky Ferdian SpU serta tim dokter RSUP Kandou lainnya.

Diketahui, Phalloplasty merupakan prosedur bedah rekonstruktif untuk membentuk penis baru setelah kehilangan organ genital akibat trauma, kanker, atau kondisi kongenital. Teknik ini tidak hanya mengejar fungsi berkemih, tetapi juga fungsi seksual dan aspek psikologis pasien.

Menurut penjelasan dr Eko Arianto SpU, kedua pasien memiliki riwayat tumor penis dan telah menjalani penektomi total sebelumnya. “Secara onkologis, pasien sudah sehat. Namun secara psikologis, seorang laki-laki kehilangan alat kelamin tentu sangat terpengaruh,” ujar dr Eko.

Tim urologi memastikan kondisi onkologis pasien telah bebas tumor (tumor-free) melalui pemeriksaan berkala selama dua tahun sebelum dilakukan rekonstruksi.

Dokter Eko mengatakan Tahap Rekonstruksi Penis Prosedur phalloplasty dilakukan melalui beberapa tahap yakni, Pembuatan batang penis (phallus) Menggunakan flap jaringan dari dinding perut untuk membentuk struktur penis baru.

Setelah itu rekonstruksi uretra (uretroplasty) Dilakukan enam bulan kemudian, untuk memastikan penis dapat berfungsi dalam sistem berkemih. Tahap selanjutnya pemasangan implan penis (penile implant) untuk mendukung fungsi ereksi, teknik ini menggunakan material titanium.

“Setelah semua tahap selesai, diharapkan dua fungsi utama penis terpenuhi yaitu fungsi berkemih dan fungsi seksual. Secara teoritis, ejakulasi dan reproduksi masih memungkinkan,” jelas dr. Eko.

Selain fungsi, aspek estetika juga menjadi perhatian.

“Kami juga melakukan rekonstruksi kepala penis (glansplasty) menggunakan mukosa rongga mulut agar tampilan mendekati penis anatomis,” tambahnya.

Dokter Eko menuturkan bahwa teknik teknik yang sudah disampaikan tadi sebetulnya sudah pernah dilakukan secara terpisah.

Namun teknik rekonstruksi yang diterapkan merupakan kombinasi modifikasi, di mana menurut dr. Eko Fondasi batang penis merupakan tindakan pertama kali di Indonesia, dan modifikasi teknik pada satu pasien adalah yang pertama dilakukan di Indonesia Timur.

(***)

Komentar