Anak Tampak Sehat, Ternyata Kurang Gizi: RSUP Kandou Ingatkan Bahaya Hidden Hunger

Daerah477 Dilihat

SULUTBICARA.COM – Meski angka stunting nasional menunjukkan tren penurunan, tantangan gizi anak di Indonesia belum selesai.

Saat ini, Indonesia dinilai menghadapi triple burden of malnutrition atau tiga beban masalah gizi sekaligus, yakni stunting, obesitas, dan defisiensi mikronutrien yang kerap luput terdeteksi karena anak tampak sehat dan aktif.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting tercatat 19,8%, turun dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 21,5%. Namun, dokter mengingatkan adanya ancaman lain yang tidak kalah serius, yaitu hidden hunger—kondisi kekurangan zat gizi penting seperti zat besi, zinc, dan vitamin D akibat pola makan yang tidak seimbang.

Instalasi Promosi Kesehatan RSUP Kandou, menjelaskan bahwa masalah ini sering tidak disadari orang tua karena tidak selalu terlihat dari luar.

“Banyak orang tua fokus pada rasa kenyang, bukan kandungan gizi. Akibatnya, anak mendapat asupan karbohidrat berlebih, tetapi kekurangan protein hewani dan mikronutrien penting,” ujar tim promkes saat melakukan edukasi kesehatan tentang Kenali Kurang Gizi tersembunyi pada anak (Hidden Hunger), Selasa (27/01/2026).

Tim Promkes menyebut, perubahan pola makan anak yang semakin bergantung pada makanan praktis menjadi salah satu penyebab meningkatnya masalah gizi anak, termasuk hidden hunger.

Mereka juga menyoroti konsumsi makanan ultra-proses atau ultra processed food (UPF) seperti nugget, sosis, sereal manis, hingga camilan kemasan yang kini kian populer di keluarga.

“Makanan ini sangat lezat dan praktis, tapi rendah kualitas gizi. Dalam jangka panjang, dapat merusak sinyal kenyang alami, memicu obesitas, serta meningkatkan risiko penyakit metabolik sejak usia muda,” katanya.

Ia menegaskan, edukasi yang tepat dan pemantauan berkala dapat membantu orang tua mencegah kesalahan nutrisi sejak dini.

“Nutrisi anak tidak boleh ditunda atau disepelekan. Apa yang masuk ke piring anak hari ini akan menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan daya saing di masa depan. Skrining gizi sebaiknya menjadi bagian dari perawatan kesehatan anak, sama pentingnya dengan imunisasi,” tutup Tim Promkes RSUP Kandou.

(***)

Komentar