Menuju WBK WBBM, Ini Pesan Rektor Unsrat 

Sumikolah587 Dilihat

SULUTBICARA.COM – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terus mematangkan langkahnya menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Hal ini ditegaskan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Komitmen dan Kesiapan Dokumen Unit Kerja menuju Zona Integritas (ZI) yang digelar secara hybrid di Hotel Quality, Selasa hingga Kamis (28-30/4/2026).

Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng.

Dalam arahannya, Prof. Berty mengingatkan bahwa membangun ZI bukan sekadar urusan formalitas di atas kertas atau pemenuhan dokumen administratif semata.

“Pembangunan Zona Integritas adalah perubahan budaya kerja. Ini harus dimulai dari komitmen pimpinan hingga seluruh sivitas akademika. Integritas, profesionalisme, dan pelayanan berkualitas harus menjadi nilai dasar yang hidup dalam setiap aktivitas kita,” tegas Rektor.

Menurutnya, tema FGD kali ini sangat krusial di tengah tuntutan tata kelola perguruan tinggi yang harus semakin akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

Prof. Berty Sompie berharap melalui forum ini, sistem kerja di lingkungan Unsrat menjadi lebih efektif dan efisien.

Senada dengan itu, Wakil Rektor II sekaligus Ketua Zona Integritas Unsrat, Prof. Dr. Ir. Royke Montolalu, S.Pi, M.Sc, menyambut positif antusiasme para peserta.

Kehadiran narasumber kompeten dalam kegiatan ini dipandang sebagai peluang emas bagi tiap unit kerja untuk memperdalam strategi implementasi ZI di lapangan.

Agar pembahasan lebih mendalam, format kegiatan tidak hanya berisi pemaparan searah.

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unsrat Stela Repi, S.Sos, M.Si menjelaskan bahwa setelah sesi materi, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi.

Di sana, peserta diajak berinteraksi aktif, berbagi pengalaman antar-unit, serta memberikan pendapat kritis terkait materi yang dibahas.

Pola diskusi konstruktif ini diharapkan mampu melahirkan output nyata, yakni kesiapan dokumen yang solid dan penguatan pemahaman kolektif di setiap lini kerja Unsrat.

(sbc)

Komentar

Terkait