Tidak Omon-omon Kosong! Daniel Pangemanan: Data Menunjukkan Kepemimpinan YSK Bawa Ekonomi Sulut Makin Kuat

Daerah, Legislatif148 Dilihat

SULUTBICARA.COM – Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), dinilai terus memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

‎Penilaian tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Minahasa, Daniel Pangemanan, yang melihat berbagai indikator pembangunan Sulawesi Utara menunjukkan tren positif dalam beberapa waktu terakhir.

‎Menurut politisi partai Gerindra itu, penguatan ekonomi daerah tidak terjadi secara kebetulan, melainkan didukung oleh kebijakan pemerintah provinsi yang mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) secara lebih terarah.

‎”Di bawah kepemimpinan Pak Gubernur YSK, kita melihat berbagai sektor bergerak maju. Pertumbuhan ekonomi meningkat, investasi bertambah, kepercayaan masyarakat menguat, dan berbagai penghargaan nasional berhasil diraih Sulawesi Utara,” ujarnya, Senin (08/07/2026).

‎Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara menunjukkan perekonomian Sulut sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,66 persen, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp204,75 triliun.

‎Bahkan pada Triwulan IV Tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Sulut mencapai 5,95 persen (year on year). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor industri pengolahan, ekspor luar negeri, perdagangan, pariwisata serta jasa akomodasi dan makan minum yang terus berkembang.

‎Daniel menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor-sektor produktif di Sulawesi Utara mampu dikelola dengan baik sehingga memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Selain sektor pariwisata dan pertanian yang selama ini menjadi kekuatan Sulut, pemerintah juga dinilai berhasil mendorong pengembangan industri pengolahan, perdagangan, konstruksi serta sektor pertambangan yang kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

‎”Potensi SDA dan SDM Sulawesi Utara sangat besar. Yang dibutuhkan adalah keberanian mengambil kebijakan dan membangun ekosistem investasi. Itu yang saat ini sedang dilakukan pemerintah provinsi,” katanya.

‎Pangemanan juga menyoroti keberhasilan Sulawesi Utara memperoleh 63 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang selama bertahun-tahun diperjuangkan.

‎Menurutnya, keberadaan WPR menjadi langkah strategis dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat penambang sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi rakyat.

‎”Pengusulan WPR bukan proses yang mudah karena harus melalui tahapan panjang mulai dari pemetaan, verifikasi, sinkronisasi lintas kementerian hingga penetapan pemerintah pusat. Karena itu keberhasilan menghadirkan puluhan blok WPR merupakan pencapaian penting yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan daerah,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, legalisasi aktivitas pertambangan rakyat melalui WPR juga berpotensi meningkatkan penerimaan daerah, memperluas lapangan kerja serta mengurangi praktik pertambangan ilegal.

‎Dari sisi investasi, tren pertumbuhan ekonomi Sulut juga menunjukkan penguatan yang konsisten. Data BPS mencatat hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif, mulai dari industri pengolahan, transportasi, perdagangan, jasa kesehatan, konstruksi hingga sektor akomodasi dan makanan-minuman.

‎Pangemanan menilai kondisi tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Sulawesi Utara.

‎”Ketika investasi tumbuh, lapangan kerja terbuka, daya beli masyarakat meningkat dan ekonomi bergerak. Ini yang saat ini sedang dirasakan Sulawesi Utara,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Daniel mengatakan meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah juga tercermin dari berbagai capaian yang berhasil diraih Sulawesi Utara di tingkat nasional.

‎Salah satunya adalah penghargaan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting yang menempatkan Sulawesi Utara sebagai daerah terbaik di kawasan Sulawesi.

‎Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga menunjukkan bahwa program-program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

‎”Penghargaan itu lahir dari kerja nyata. Artinya program pembangunan yang dijalankan pemerintah provinsi berhasil menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kesehatan, gizi hingga peningkatan kesejahteraan,” kata Pangemanan.

‎Ia optimistis tren positif yang saat ini terjadi akan terus berlanjut seiring berbagai program strategis yang tengah dijalankan Gubernur YSK dan seluruh perangkat pemerintahan di Provinsi Sulawesi Utara.

‎”Kita berharap Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur YSK terus menjadi daerah yang maju, kompetitif dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Dengan kepemimpinan YSK yang kuat dan kolaborasi semua pihak, saya yakin target itu bisa tercapai,” pungkasnya.

(sbc/*)

Komentar