Investigasi PPDS Anestesi Berjalan, RSUP Kandou Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Normal

Headline904 Dilihat

SULUTBICARA.COM — Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou menegaskan bahwa aktivitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan normal dan tidak terganggu. Penegasan ini disampaikan di tengah bergulirnya proses investigasi terkait meninggalnya peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Unsrat, dr. Adrian Rantung.

Meskipun aktivitas PPDS Anestesi dihentikan sementara untuk kelancaran evaluasi, Manajer Tim Kerja Hukum dan Humas RSUP Kandou, Dr. dr. Erwin Kristanto, SH, Sp.FM(K) memastikan bahwa standard operasional pelayanan rumah sakit tetap terjaga penuh.

“Pelayanan kesehatan di RSUP Kandou tetap berjalan normal sesuai standar operasional yang berlaku, sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” ujar Erwin, Kamis (09/07/2026).

Saat ini, proses investigasi dilakukan secara kolaboratif oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim Investigasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kolegium, serta Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Perundungan bersama RSUP Kandou dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat).

Tim gabungan tersebut sedang berproses melakukan pendalaman, klarifikasi, serta pengumpulan berbagai informasi mendalam terkait peristiwa ini. Pihak rumah sakit juga berkomitmen mendukung penuh seluruh proses penyelidikan, baik yang dilakukan oleh tim investigasi internal maupun aparat penegak hukum yang sempat mendatangi rumah sakit untuk meminta konfirmasi.

“Kami mendukung penuh karena ini untuk kepentingan semua orang. Apa pun yang nantinya ditemukan, apakah ada perundungan atau tidak, akan disampaikan setelah seluruh proses investigasi selesai,” pungkas dr. Erwin.

Selain fokus pada investigasi dan pelayanan, seluruh jajaran RSUP Kandou juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam serta doa agar keluarga almarhum dr. Adrian Rantung diberikan kekuatan.

(sbc)

Komentar

Terkait