Kontroversi Eks Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat: Dari Isu Kebocoran Ratusan Soal Tes Hingga Pemotongan Dana Duka Pegawai

Daerah, Sumikolah919 Dilihat

MANADO — Rekam jejak kepemimpinan mantan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat) yang telah diberhentikan, Nova Kapantow, kembali menjadi sorotan.

Sejumlah dugaan penyalahgunaan wewenang semasa kepemimpinannya kini mencuat ke publik, mulai dari tata kelola bank soal ujian hingga dugaan pemotongan hak pegawai secara sepihak.

Terkait pelaksanaan tes di lingkungan fakultas, muncul perbandingan mendasar mengenai tingkat urgensi dan kerawanan antara penggunaan bank soal berisi 3.000 materi dibandingkan dengan sistem yang memangkasnya menjadi hanya 180 soal.

Penggunaan bank soal sebanyak 3.000 materi dinilai jauh lebih aman dan akurat dalam mencegah kecurangan. Secara teknis, distribusi soal kepada peserta baik di posisi depan, belakang, kanan, maupun kiri dapat diacak secara optimal sehingga kecil kemungkinan ada peserta yang menerima urutan soal yang sama.

Secara logis, kapasitas memori otak manusia tidak akan mampu menghafal seluruh kunci jawaban dari 3.000 soal tersebut, sekalipun isu kebocoran sempat berhembus.

Sebaliknya, keputusan mengganti bank soal menjadi hanya 180 materi dianggap justru mempermudah peserta tes untuk menghafal pola jawaban. Rerata jumlah soal yang minim tersebut sangat rentan disalahgunakan; bahkan terbukti dalam pelaksanaan tes dengan skala soal terbatas yang sempat bocor, terdapat peserta yang meraih nilai hampir sempurna dan hanya menyisakan satu kesalahan.

Selain persoalan teknis ujian, era kepemimpinan mantan Dekan FK Unsrat tersebut juga diterpa isu penyalahgunaan wewenang terkait tata kelola dana duka bagi para pegawai fakultas.

Nova Kapantow diduga melakukan pemotongan dana duka terhadap seluruh pegawai di lingkungan FK Unsrat secara sepihak. Pemotongan tersebut bahkan dilaporkan telah dilakukan sebelum adanya kejadian duka atau kematian di lingkungan fakultas.

Langkah unilateral ini memicu keresahan dan keheranan di kalangan staf dan pegawai, lantaran dilakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu serta tidak pernah dibahas maupun diplenokan dalam rapat Senat Fakultas Kedokteran Unsrat.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada istri dari Ketua Senat Unsrat tersebut terkait dugaan penyalahgunaan wewenang, skema pemotongan dana duka pegawai, serta kebijakan perombakan bank soal tes tersebut. Namun, pihak yang bersangkutan belum memberikan jawaban maupun tanggapan resmi.

(***)

Komentar