oleh

Direktur Polimdo Lebih Utamakan Kesehatan Civitas, Ratusan Mahasiswa Protes Penundaan Wisuda

MANADO, SULUTBICARA.comMencegah penyebaran virus corona yang semakin banyak di Kota Manado membuat pelaksanaan wisuda Politeknik Negeri Manado (Polimdo) yang dijadwalkan pada 17-19 Desember 2020 kembali ditunda sementara hingga waktu yang belum ditentukan.

Direktur Polimdo, Dra Mareyke Alelo MBA mengungkapkan bahwa pihaknya harus mengambil pilihan untuk melindungi kesehatan seluruh keluarga besar Politeknik Negeri Manado.

“Kami mendapat himbauan dari Satgas Covid-19 Sulut untuk melaksanakan wisuda full daring akibat jumlah positif Covid-19 yang semakin banyak di Kota Manado,” kata Alelo kepada wartawan, Rabu (16/12/2020).

Menurutnya dalam hal mengambil suatu keputusan sudah pasti bahwa ada pro kontra. Namun demikian, pihaknya melihat yang mudaratnya lebih kecil.

“Karena memang kita juga tidak mau ngambil risiko, yang kita selamatkan bukan masalah institusi itu sendiri tapi civitas akademika. Mohon maaf dengan segala keterbatasan, karena kita lebih mengutamakan keselamatan. Secepatnya akan diputuskan apakah menunggu sampai Satgas Covid-19 memberikan izin untuk pelaksanaan wisuda luring atau melaksanakan wisuda daring,” tukasnya.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19, dr Steven Dandel menghimbau agar pelaksanaan wisuda di Polimdo baiknya dilaksanakan full daring. Dia mengakui bahwa pelaksanaan wisuda secara luring, merupakan moment yang teramat penting sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan mahasiswa dalam proses menuntut ilmu di Perguruan Tinggi.

“Kami sangat memahami bahwa moment inilah yang ditunggu oleh adik-adik mahasiswa sekalian. Namun pandemi Covid-19 di Sulut dalam hal ini Kota Manado sebagai tempat lokasi wisuda berada salam zonasi resiko tinggi (merah), yang artinya sesuai dengan regulasi dan kebijakan dari Satgas Nasional belum dizinkan untuk diadakan pertemuan pertemuan umum,” jelas dr Dandel yang juga menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut dr Dandel, dalam seminggu terakhir Kota Manado mencatat angka pertambahan kasus yang sangat signifikan lebih dari 300 kasus. Sementara hari ini menurutnya kota Manado menambah 36 kasus baru. Sementara Sulawesi Utara menambah 173 kasus baru (rekor pertambahan harian tertinggi).

“Kemudian ruang isolasi yang berada di Rumah Sakit di seputar kota Manado hampir terisi penuh. Kita tentunya tidak ingin menambah beban yang sudah teramat berat ini. Oleh karenanya kami sangat merekomendasikan agar kegiatan wisuda ini dapat dilaksanakan secara full daring. Kami berharap Ibu bisa memahami kondisi ini, untuk kepentingan kita bersama,” tambah Dandel.

Diketahui sebelumnya Politeknik Negeri Manado memberikan pengumuman yang ditanda tangani Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Fenny Wulur kepada calon wisudawan bahwa wisuda akan dilaksanakan mulai Kamis 17-19 Desember 2020.

Dan setelah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Sulut, akhirnya pihak Politeknik Negeri Manado mengambil keputusan untuk menunda sementara pelaksanaan wisuda. Akibat penundaan tersebut, sejak siang hingga malam, ratusan mahasiswa melakukan protes di halaman gedung rektorat. Mereka mempertanyakan keputusan kampus yang kembali menunda pelaksanaan wisuda.

(billy lintjewas)

Komentar

Terkait