Dihadapan Civitas Polimdo, Kemendikdasmen: Mikro-kredensial dan Reskilling Jadi Kunci SDM Unggul

Sumikolah795 Dilihat

SULUTBICARA.COM — Dinamika global yang bergerak cepat menuntut perubahan besar dalam pemenuhan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memaparkan bahwa kombinasi dari perkembangan teknologi, isu lingkungan, hingga situasi geopolitik secara langsung telah mengubah lanskap ketersediaan lapangan kerja dan tuntutan kompetensi global.

Dalam pemaparan materi resmi Kemendikdasmen, terdapat beberapa faktor utama yang saat ini memengaruhi kehidupan masyarakat modern, gaya hidup (lifestyle), hingga peta lowongan kerja:

  • Tren Teknologi Baru (Emerging Technology Trends) yang terus berevolusi.

  • Persoalan Lingkungan (Environmental Issues) yang memicu lahirnya industri hijau.

  • Ketidakpastian Geopolitik dan Ekonomi yang menuntut kedinamisan pasar kerja.

Pentingnya Mikro-kredensial dan Pembelajaran Fleksibel

Menghadapi tantangan tersebut, pola pendidikan tradisional kini mulai bergeser. Model pembelajaran alternatif seperti mikro-kredensial, sertifikat kompetensi, serta berbagai opsi pembelajaran yang lebih terjangkau dan fleksibel kian diminati masyarakat. Langkah-langkah ini dinilai semakin krusial untuk mewujudkan SDM unggul yang senantiasa relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

“Mikro-kredensial, sertifikat kompetensi, dan berbagai opsi pembelajaran yang lebih terjangkau dan fleksibel semakin diminati dan semakin penting untuk mewujudkan SDM unggul yang senantiasa relevan,” ujar sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D dihadapan Civitas Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Rabu (01/07/2026).

Data Global: Tuntutan Nyata Reskilling Pekerja

Mengutip data riset dari Hanover Research (2022), urgensi adaptasi di dunia kerja global tercermin melalui angka-angka berikut:

  • 57% Pekerja di AS menyatakan sangat perlu meningkatkan kompetensi mereka atau mempelajari kompetensi baru demi bertahan di pasar kerja.

  • 1 dari 3 Pekerja menyatakan keinginan untuk berganti pekerjaan akibat dampak dari pandemi Covid-19.

  • 50% Pekerja di Dunia diproyeksikan dan menyatakan akan memerlukan proses reskilling (pelatihan ulang kemampuan) agar tetap relevan dalam menghadapi perubahan industri global.

Melalui transformasi ini, Kemendikdasmen mendorong penguatan ekosistem pendidikan menengah dan khusus agar mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap gelombang digitalisasi dan perubahan ekonomi global yang dinamis.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Direktur Polimdo Dra Mareyke Alelo MBA, para Wadir dan sejumlah Ketua Jurusan.

(sbc)

Komentar