Cetak Agen Perdamaian, IAKN Manado dan SAG Sulutteng Resmi Buka Sekolah Pluralisme Lintas Iman 2026

Daerah, Sumikolah906 Dilihat

SULUTBICARA.COM — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado bersama Sinode Am Gereja-gereja di Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (SAG Sulutteng) resmi menggelar Sekolah Pluralisme Interfaith Tahun 2026.

Kegiatan yang diinisiasi bersama Komisi Pemuda dan Departemen Gereja dan Masyarakat ini berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Juni 2026.

Mengusung tema “Different Voices, Shared Future: Merawat Kebhinekaan, Membangun Peradaban Masa Depan”, program ini dirancang sebagai ruang dialog lintas iman guna membekali generasi muda di tengah tantangan keberagaman.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Bendahara MPH SAG Sulutteng, Pdt. Don Walandungo, M.Th.

Dalam pesannya, ia menekankan bahwa perbedaan bukanlah kecelakaan sejarah, melainkan anugerah Tuhan agar umat manusia saling melengkapi dan menghormati.

Acara ini kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Minahasa, Agustivo Joost Elias Tumundo, S.E., M.Si., yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Ia menyoroti pentingnya harmoni sosial. “Pembangunan sejati tidak hanya diukur dari infrastruktur atau ekonomi, tetapi juga dari kuatnya persatuan dan toleransi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor IAKN Manado, Dr. Olivia Cherly Wuwung, S.T., M.Pd menyampaikan komitmen kampus dalam mencetak cendekiawan yang berperadaban.

Menurutnya, pendidikan pluralisme harus menjadi pengalaman hidup yang dipraktikkan, bukan sekadar teori.

Di tengah maraknya polarisasi dan ujaran kebencian di media sosial, Rektor IAKN Manado berharap sekolah ini tidak sekadar menjadi acara seremonial.

“Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan jejaring kolaborasi dan aksi nyata yang berkelanjutan di kampus, rumah ibadah, hingga masyarakat luas,” ujarnya.

Untuk memperkaya wawasan sekitar 40 peserta yang terdiri dari pemuda utusan 13 Sinode Mitra SAG Sulutteng, pemuda lintas agama, lintas denominasi, dan pegiat perdamaian, acara ini menghadirkan tokoh-tokoh kompeten tingkat nasional, yakni: Gugun Gumilar, M.A., Ph.D. (Staf Khusus Menag RI), Dr. Olivia Cherly Wuwung, S.T., M.Pd. (Rektor IAKN Manado), Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty (Ketua Umum MPH PGI) dan Savic Ali (Ketua PBNU Bidang Media, IT & Advokasi).

Selama tiga hari, metode pembelajaran dibuat sangat interaktif melalui berbagai format seperti Seminar Interaktif & Dialog Lintas Agama, Diskusi Kelompok Terarah (FGD) & Analisis Sosial dan Simulasi & Studi Kasus.

Sebagai puncak acara, Sekolah Pluralisme Interfaith 2026 akan ditutup dengan Festival Keberagaman serta Deklarasi Pemuda untuk Perdamaian dan Keberagaman.

Target Masa Depan

Melalui kolaborasi ini, IAKN Manado dan SAG Sulutteng menargetkan lahirnya pemuda-pemuda yang siap menjadi pelopor perdamaian di komunitasnya masing-masing.

Output utamanya adalah terciptanya ruang dialog yang berkelanjutan, menguatnya nilai kebangsaan, serta terbentuknya ikatan alumni yang solid dalam mengawal kerukunan demi peradaban Indonesia yang lebih baik.

(sbc)

Komentar