Optimalkan Penugasan Menteri, Prof Jamaluddin Jompa Siap Bagikan Resep Sukses Unhas Demi Masa Depan Unsrat yang Cemerlang

Daerah, Sumikolah823 Dilihat

SULUTBICARA.COM — Penugasan dari Kementerian Pendidikan untuk mengawal transisi kepemimpinan di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) tidak hanya berfokus pada kelancaran roda organisasi semata.

Di balik tugas utamanya menjaga kelangsungan layanan akademik dan Tri Dharma Perguruan Tinggi hingga pejabat definitif terpilih, kehadiran Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.S membawa angin segar serta peluang besar bagi civitas akademika Unsrat untuk menimba pengalaman dari rekam jejak suksesnya di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Dalam keterangannya, Prof Jamaluddin menegaskan bahwa menjaga stabilitas administrasi dan iklim kampus agar tetap kondusif memang menjadi amanat utama yang harus dijalankan.

Namun, di luar kewajiban rutin tersebut, terdapat ruang kolaborasi yang sangat berharga jika Unsrat ingin memanfaatkan masa penugasannya secara optimal.

“Itu tugas utama, tapi ada pilihan buat Unsrat jika mau memanfaatkan saya. Mumpung karena penugasan Menteri harus selalu bolak-balik ke Unsrat untuk ikut membangun mimpi baru bersama, membangun pondasi yang semakin kuat demi Unsrat yang semakin cemerlang,” ujar Prof. JJ sapaan akrabnya kepada media ini, Kamis (06/08/2026).

Pengalaman dan gaya kepemimpinan Prof. Jamaluddin saat membawa Unhas mencapai berbagai torehan prestasi menjadi modal berharga yang bisa diserap oleh seluruh elemen civitas akademika Unsrat mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Momentum penugasan ini dinilai sebagai kesempatan emas untuk melakukan perbandingan praktik baik (best practices), tata kelola perguruan tinggi modern, serta penetapan strategi pengembangan institusi berbasis pengalaman nyata dari kampus berkelas dunia.

Meskipun intensitas kehadirannya di Manado harus terbagi dengan agenda nasional lainnya, semangat untuk meletakkan pondasi kepemimpinan yang solid dan berkelanjutan tetap menjadi prioritas.

Kehadiran Prof. Jamaluddin diharapkan tidak hanya sekadar mengisi masa transisi, tetapi juga memantik inspirasi baru agar Unsrat mampu melangkah lebih cepat menuju masa depan yang semakin cemerlang.

(Billy Lintjewas)

Komentar