Resmi Dibuka Kembali oleh Kemenkes, Tangan Dingin Prof Berty Sompie Berhasil Kembalikan PPDS Anestesi Unsrat

Daerah909 Dilihat

SULUTBICARA.COM — Komitmen terhadap keberlanjutan pendidikan medis di Sulawesi Utara membuahkan hasil manis. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, kembali membuka secara resmi kegiatan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) di RSUP Kandou, Senin (24/08/2026).

Keberhasilan pembukaan kembali program ini tak lepas dari rekam jejak dan diplomasi gigih yang dirintis pada masa kepemimpinan mantan Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Berty O. A. Sompie, M.Eng.

Meskipun Prof Berty Sompie sudah tidak lagi menjabat, “tangan dingin” dan fondasi pembenahan yang ia letakkan dinilai menjadi kunci utama di balik kembalinya kepercayaan pemerintah pusat. Proses panjang pembenahan tata kelola, perbaikan sistem pencegahan perundungan, pemenuhan standar kurikulum, hingga peningkatan kualifikasi tenaga pengajar yang ia dorong secara intensif bersama pihak RSUP Kandou dan FK Unsrat akhirnya membuahkan hasil nyata.

Keputusan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS untuk kembali membuka PPDS Anestesi ini disambut hangat oleh kalangan akademisi maupun praktisi kesehatan. Pasalnya, keberadaan program studi ini sangat vital dalam menyokong operasional medis di RSUP Kandou serta rumah sakit jejaring di seluruh kawasan Indonesia Timur.

Perwakilan Peserta PPDS Anestesi Unsrat menyambut baik kepastian ini dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan yang telah dilakukan.

“Kami sangat bersyukur dan lega atas dibukanya kembali program ini secara resmi oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS. Ini bukan sekadar kepastian masa depan akademis bagi kami para residen, tetapi juga momentum untuk kembali mengabdi secara maksimal di garis depan pelayanan medis. Kami memberikan apresiasi mendalam atas komitmen dan fondasi diplomasi yang telah dibangun oleh Prof Berty Sompie, sehingga kami bisa melanjutkan proses pendidikan dokter spesialis ini dengan tenang dan optimis,” ujar salah satu perwakilan residen PPDS Anestesi Unsrat.

“Ini adalah legacy yang sangat berharga. Kerja keras dan komunikasi intensif dengan Kementerian Kesehatan serta Kementerian Pendidikan yang dibangun di era Prof Berty terbukti memberi dampak jangka panjang bagi iklim akademik Unsrat,” tambah salah satu staf pengajar di lingkungan Fakultas Kedokteran Unsrat.

Dengan dikembalikannya izin operasional oleh Dirjen Kesehatan Lanjutan dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, Unsrat memantapkan kembali posisinya sebagai salah satu benteng utama pencetak dokter spesialis berkualitas.

Langkah ini dipastikan akan mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis anestesi, sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Sulawesi Utara dan sekitarnya.

(***)

Komentar