Unsrat Berdayakan Santri Pesantren Darul Istiqamah Manado Jadi Duta Gigi Sehat Anti Rokok

Sumikolah462 Dilihat

MANADO — Upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap kesehatan gigi dan mulut terus digalakkan oleh Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Melalui Program Kemitraan Masyarakat Kluster 2 (PKM-K2), tim pengabdian Unsrat memberdayakan santri di Pesantren Darul Istiqamah Kota Manado sebagai kader “Duta Gigi Sehat Anti Rokok”.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 50 siswa Pesantren Darul Istiqamah. Para peserta dibekali edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut secara benar, serta pemahaman mendalam mengenai dampak buruk kebiasaan merokok terhadap kesehatan rongga mulut.

Ketua Tim Pengabdian Unsrat, Dr. drg. Ni Wayan Mariati, M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi dirancang secara interaktif dan partisipatif.

“Penyampaian materi dilakukan tidak hanya melalui ceramah, tetapi juga melibatkan siswa secara aktif lewat diskusi, tanya jawab, demonstrasi, serta penggunaan berbagai media edukasi seperti presentasi, video, poster, booklet, dan banner,” jelasnya.

Program ini diproyeksikan tidak berhenti pada tahap penyuluhan semata. Para santri juga diberikan pembekalan khusus mengenai teknik komunikasi dan edukasi kesehatan agar mampu membagikan kembali informasi yang didapat kepada teman-teman sebayanya.

Melalui pendekatan edukasi sebaya (peer education), pembentukan Duta Gigi Sehat Anti Rokok ini diharapkan mampu melahirkan agen perubahan (agent of change) yang secara berkelanjutan mengampanyekan perilaku hidup sehat di lingkungan pesantren.

Berdasarkan hasil penilaian bersama pihak guru, terpilih dua santri yaitu Gilang Fatriansyah dan Siti Khumairah Lihawa sebagai Duta Gigi Sehat Anti Rokok Pesantren Darul Istiqamah. Keduanya telah mendapatkan pembekalan dan langsung mempraktikkan simulasi kampanye kesehatan gigi dan mulut kepada rekan-rekan mereka.

Berdasarkan evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan, program PKM-K2 ini mencatatkan peningkatan pemahaman yang sangat signifikan pada peserta:

  • Kategori Pengetahuan Baik: Meningkat pesat dari 6% (3 siswa) sebelum edukasi menjadi 56% (28 siswa) setelah edukasi.

  • Kategori Pengetahuan Kurang: Anjlok drastis dari 64% (32 siswa) menjadi hanya 4% (2 siswa).

Melalui model pemberdayaan ini, Unsrat berharap pendekatan promotif dan preventif dalam bidang kesehatan gigi serta pencegahan perilaku merokok pada remaja dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai lingkungan pendidikan lainnya.

(***)

Komentar