MANADO – Reputasi dan kompetensi tenaga medis RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado kembali mendapat pengakuan di kancah internasional. Kepala Departemen Oftalmologi RSUP Kandou, Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS, sukses mengharumkan nama bangsa dengan tampil sebagai pembicara dalam ajang bergengsi National University Hospital International Ophthalmology Scientific Congress (NUH IOSC) 2026 di Singapura, yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026.
Kongres internasional ini mempertemukan para pakar, ahli bedah, dan praktisi kesehatan mata terkemuka dari lebih dari 31 negara di dunia.
Dalam forum ilmiah tingkat global tersebut, dr. Ade John dipercaya untuk membawakan dua topik materi krusial dan mendalam di bidang ilmu penyakit mata seperti Penanganan infeksi jamur pada bola mata yang kompleks dan Teknik mutakhir pemasangan lensa intraokular dengan fiksasi pada sklera (scleral fixation).
Melalui presentasi dan diskusi interaktif tersebut, dr. Ade John membagikan pengalaman klinis (clinical experience) serta inovasi penanganan medis yang diterapkan di RSUP Kandou, sekaligus memperkenalkan perkembangan teknik pembedahan oftalmologi modern kepada komunitas medis internasional.
Keberhasilan ini disambut dengan rasa bangga yang mendalam oleh Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, beserta seluruh Dewan Direksi.
Pimpinan RSUP Kandou menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi internasional tersebut. Kehadiran dokter RSUP Kandou di panggung global dinilai sebagai bukti nyata komitmen rumah sakit dalam mendorong peningkatan kompetensi berkelanjutan bagi para tenaga medisnya.
“Prestasi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat jejaring kerja sama internasional, serta mendorong peningkatan kompetensi tenaga medis demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Prof. Starry.
Partisipasi aktif dalam kongres internasional ini semakin memperkokoh posisi RSUP Kandou sebagai rumah sakit rujukan nasional terdepan—khususnya di kawasan Indonesia Timur, dalam bidang pengembangan kompetensi klinis, pendidikan, dan penelitian kedokteran.
Seluruh wawasan, pembaruan ilmu, serta pengalaman global yang dibawa pulang dari Singapura ini diharapkan dapat diimplementasikan secara langsung. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen RSUP Kandou dalam mendongkrak mutu pelayanan kesehatan mata yang lebih modern, aman, dan berstandar internasional bagi masyarakat Sulawesi Utara dan sekitarnya.
(***)






Komentar