oleh

Jurusan Pariwisata Polimdo Tanamkan Jiwa Antikorupsi Lewat Pendidikan

MANADO, SULUTBICARA.com – Pendidikan antokorupsi wajib dilakukan sejak dini. Ketua Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado (Polimdo) Oktavian Lintong SPi MSi mengatakan penanaman budaya antikorupsi sejak dini sangat penting dilakukan di sektor pendidikan yang diisi oleh generasi muda yang sedang tumbuh dan berkembang.

“Pendidikan antikorupsi wajib dilakukan sejak dini. Seperti menyosialisasikan dan mengkampanyekan antikorupsi di lingkungan kampus, membangun organisasi mahasiswa yang profesional, transparan, dan akuntabel. Itulah yang kita lakukan Jurusan Pariwisata Polimdo,”

terang Lintong usai menerima buku Pendidikan Antikorupsi dari Daud Kawung dan Ais Kai yang merupakan Komunitas Pendidikan dan budaya Aniti Korupsi (PBAK) Sulawesi Utara, Senin (28/07/2020).

Dia juga menuturkan, masa depan bangsa dan negara Indonesia saat ini ada di tangan generasi muda yang merupakan agen perubahan. Dia menambahkan generasi muda menjadi penentu perkembangan ataupun kemunduran suatu bangsa dan negara.

“Dosen sendiri harus menjadi komunikator, fasilitator dan motivator yang baik bagi mahasiswa. Peran pimpinan perguruan tinggi juga diperlukan untuk menciptakan kampus yang mendukung efektifitas pendidikan Antikorupsi itu sendiri,” paparnya.

Permasalahan korupsi di Indonesia sudah sampai pada taraf menimbulkan skeptisime semua kalangan, termasuk mahasiswa. Maka dari itu mendesain mata kuliah baru Anti-korupsi agar menjadi sebuah pembelajaran yang menarik, tidak monoton dan efektif bukan hal mudah.

“Materi tentu penting untuk memperkuat aspek kognitif, namun pemilihan metode pembelajaran yang kreatif merupakan kunci bagi keberhasilan mengoptimalkan intelektual, sifat kritis dan etika integritas mahasiswa,” tukasnya.

Adapun dua buku yang diterima berjudul Pendidikan Antikorupsi Untuk Perguruan Tinggi dan Buku Panduan Pembelajaran Pendidikan Anti Korupsi Untuk Perguruan Tinggi.

(sbc/wmt)

Komentar

Terkait