oleh

Pengabdian Masyarakat, Polimdo Gelar Pelatihan Audio Visual Bagi Pemuda Gereja

MANADO, SULUTBICARA.com – Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi diterapkan untuk membantu memudahkan pekerjaan manusia dan mempermudah mendapatkan informasi. Utamanya bagi tempat ibadah bisa dijadikan sebagai alat bantu untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaat.

Hal tersebut menjadi motivasi awal dosen Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dalam melaksanakan salah satu kewajibannya berupa Pengabdian kepada Masyarakat di Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID) Jemaat Manado.

Dalam program pegabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan September itu, Tim Dosen yang terdiri dari Ottopianus Mellolo SSi MT sebagai ketua dan Toban Tiku Pairunan SSi MT sebagai anggota memberikan pelatihan sistem audio, sistem visual, metode broadast dan pelatihan komputer dasar.

“Kelompok pemuda yang tergabung dalam Persekutuan Kaum Muda Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID) Jemaat Manado adalah salah satu Organisasi Intra Gerejawi (OIG) yang berfungsi sebagai wadah pembinaan rohani dan pengembangan mental spiritual generasi muda,” ungkap Ketua Tim PKM Ottopianus Mellolo SSi MT, Jumat (26/11/2021).

Menurutnya, Mitra PKM turut berperan aktif dalam kegiatan kerohanian diantaranya sebagai pemandu acara (Worship Leader/Liturgis), Singers/Prokantor, kelompok pemain musik (Band).

“Selama ini Mitra PKM belum memanfaatkan fasilitas dan tekhnologi yang ada dalam menunjang pelaksanaan ibadah secara khusus dalam masa pandemi Covid-19, dimana pelaksanaan ibadah umumnya dilaksanakan secara daring,” jelasnya.

Dikatakanya, selama ini Mitra PKM baru melaksanakan live streaming melalui akun facebook dengan hasil yang kurang memadai seperti gambar video yang terpatah patah, suara/sound yang diterima kurang jelas dan cenderung dipenuhi noise, sehingga jemaat kesulitan mengikuti tata ibadah tanpa panduan di layar monitor.

“Hal ini disebabkan karena rendahnya pengetahuan dan keterampilan Mitra PKM mengenai teknik pengaturan audio/visual sampai teknik penyiaran/broadcast. Sebagian besar anggota baru Mitra PKM adalah mahasiswa dengan latar belakang sekolah menengah di daerah terpencil sehingga pengetahuan dan keterampilan computer yang dimiliki masih sangat minim,” paparnya.

Sedangkan dalam proses perkuliahan sekarang ini, menurutnya penggunaan komputer sebagai alat bantu pembelajaran sudah merupakan kebutuhan primer terlebih dalam masa pandemi Covid-19, dimana mahasiswa dituntut untuk lebih proaktif dapat belajar mandiri dan hampir setiap tugas mahasiswa akan dikerjakan menggunakan komputer.

“Berangkat dari kondisi di atas, maka Tim Pelaksana bersama Mitra PKM membuat kesepakatan untuk meberikan pelatihan keterampilan dan keahlian kepada setiap anggota untuk dapat mengoperasikan perangkat fasilitas audio visual, mulai dari pengaturan/setting audio berupa sound system, perancangan dan pengontrolan system visual berupa slide tampilan, hingga melakukan peyiaran ibadah secara live dengan technology broadcasting, sehingga dapat membantu pelaksanaan ibadah dengan baik,” tukasnya.

Dia menjelaskan, bahwa kegiatan PKM ini secara garis besar melalui tahapan seperti pertemuan awal dan sosialiasi program, tes pendahuluan, pelatihan, evaluasi hasil kegiatan dan pendampingan terhadap Mitra PKM.

“Selain kegiatan yang sifatnya mendukung langsung bidang kerohanian, Mitra PKM juga akan dibekali dengan pengetahuan dan keahlian komputer tingkat dasar sebagai bekal akademik agar dapat mengikuti bahkan bersaing di kampus masing-masing,” jelasnya.

“Diharapkan dengan meningkatnya keterampilan dan keahlian para pemuda, akan meningkatkan daya saing Mitra PKM, bukan hanya dalam hal kerohanian tetapi juga secara akademik,” tambahnya.

(sbc/*)

Komentar

Terkait