Memalukan! Konsumsi PNN Sulut 2021 yang Dihadiri Ketua TP PKK Sulut dan Wagub tak Kunjung Dibayar

Headline, Pariwisata11329 Dilihat

MANADO – Pemilik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menyediakan konsumsi  pada acara Pemilihan Nyong Noni Sulut tahun 2021 mengeluhkan tagihan mereka yang sudah bertahun-tahun tak kunjung dibayar.

Salah satu pemilik UMKM penyedia kue, mengungkapkan kepada wartawan, Selasa (10/10/2023) bahwa tagihannya yang senilai lebih dari Rp 7,5 juta sudah tiga tahun belum dibayar.

“Tahun 2021 lalu, kami menjadi penyedia kebutuhan konsumsi (kue) tamu pada Pemilihan Nyong Noni Sulut tahun 2021. Namun, sampai saat ini tidak ada itikad baik Dinas Pariwisata Sulut untuk membayar tagihan tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan memang bisa saja dirinya menempuh jalur hukum, namun ia mengesampingkan opsi itu dan memilih menunggu itikad baik dari Dinas Pariwisata Sulut untuk membayar tagihan tersebut.

“Pada tahun itu kami sangat terdampak pandemi Covid-19. Nilainya memang kecil, tapi buat UMKM kecil seperti kami itu sangat berharga. Namun bukan dibantu, malahan kami dibuat susah oleh pemerintah (Dispar Sulut),” kesalnya.

Meski menjadi kegiatan tahunan Dinas Pariwisata Sulut, namun Kepala Dinas Pariwisata Sulut Henry Kaitjily, membantah jika konsumsi tersebut menjadi tanggung jawab pihaknya.

“Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Judhisthira Siwu yang saat ini menjabat Kadispar Tomohon telah menjelaskan bahwa terkait dana konsumsi akan dibayar ketua panitia. Ketua panitia waktu itu tidak bisa bayar, kenapa ditagih ke Dispar?,” jelas Kaitjily.

Menariknya, pemilihan Nyong Noni Sulut tahun 2021 yang dimenangkan Ronaldo Ambat dan Blessy Tangel tersebut dihadiri langsung sejumlah pejabat Pemprov Sulut; mulai dari Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, hingga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sulut Rita Dondokambey-Tamuntuan.

Bahkan untuk juri, panitia menghadirkan Ketua Deprov Sulut Andi Silangen, Direskrimum Polda Sulut Kombes Gani Siahaan, Ketua KNPI Sulut Rio Dondokambey, Ketua INNS Devi Tanos hingga Rektor Unima Deitje Katuuk.

(bil)

Komentar