SULUTBICARA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan kolaborasi dengan Politeknik Negeri Manado (Polimdo) guna melawan Hoaks serta mendorong pembangunan berbasis data.
BPS Sulut dan Polimdo melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk keseriusan bersama di Kantor Pusat Administrasi, Jumat (5/12/2025).
Kedua institusi penting itu sama-sama mendirikan ‘Pojok Statistik’ sebagai ruang strategis untuk melawan hoaks dan mendorong pembangunan berbasis data.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala BPS Sulut, Aidil Adha, dan Direktur Polimdo, Dra Mareyke Alelo MBA.
Direktur Polimdo Mareyke Alelo menegaskan bahwa pendirian Pojok Statistik merupakan langkah luar biasa untuk memastikan mahasiswa ‘berbicara sesuai data.’
Ia menyoroti pentingnya institusi pendidikan dalam membekali masyarakat agar menghindari informasi palsu (hoaks), khususnya yang berkaitan dengan dampak ekonomi.
Alelo juga memberikan pandangan kritis terhadap kebijakan pariwisata daerah.
“Pemerintah sering sangat tertarik pada wisatawan internasional, padahal wisatawan domestik kita sangat banyak, dan tidak terpengaruh dengan dinamika politik.”
“Kadang kedatangan wisatawan internasional justru berdampak negatif, misalnya suka merusak fasilitas hotel. Kita perlu eksplorasi dan eksploitasi wisatawan domestik.” kata Direktur Mareyke Alelo.
Ia menekankan bahwa data empirik yang dihasilkan mahasiswa Polimdo melalui Pojok Statistik, bisa menjadi acuan vital bagi perencanaan pembangunan pemerintah daerah.
Sementara Kepala BPS Sulut, Aidil Adha, menjelaskan bahwa Pojok Statistik hadir sebagai program kolaborasi yang bertujuan meningkatkan literasi statistik dan edukasi data dengan cara yang asyik.
“Pojok Statistik ini berfungsi sebagai ruang belajar statistik yang asyik, melibatkan mahasiswa sebagai agen statistik, dan menjadi jembatan antara BPS dengan sivitas akademika untuk mendukung pembangunan berbasis data di daerah,” tukas Aidil Adha.
Pihak Polimdo menyambut baik kerja sama ini dengan harapan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi sivitas akademika, tetapi juga berkontribusi nyata bagi pemerintah daerah melalui BPS.
Acara penandatanganan yang turut dihadiri civitas akademika Polimdo dan jajaran pejabat BPS Sulut ini diakhiri dengan dialog membahas berbagai kegiatan vokasi Polimdo serta desa binaan.
(sbc)








Komentar