Kaleidoskop IAKN Manado 2025: Terima 10 Akreditasi Hingga Dinobatkan Kampus Moderasi Beragama

Headline950 Dilihat

ADA satu hal yang tak bisa dibangun secara instan dalam dunia Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri: kepercayaan publik. Ia tidak lahir dari satu kampanye besar, satu unggahan viral, atau satu jargon manis. Kepercayaan tumbuh dari proses panjang dari konsistensi, keterbukaan, dan keberanian untuk bertanggung jawab.

Di titik inilah Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado menorehkan tonggak penting. Praktis, sepanjang tahun 2025, IAKN Manado sukses meraih sejumlah prestasi, diantaranya: IAKN Manado terakreditasi Baik Sekali oleh BAN-PT, Prodi S3 Pendidikan Agama Kristen terakreditasi Baik Sekali oleh LAMDIK, Prodi S2 Pendidikan Agama Kristen terakreditasi Baik Sekali oleh LAMDIK, Prodi S2 Pastoral Konseling terakreditasi Baik Sekali oleh BAN-PT, Prodi S1 Biblika terakreditasi Baik oleh BAN-PT, Prodi Pendidikan Profesi Guru terakreditasi Baik oleh LAMDIK, Prodi S1 Pendidikan Agama Kristen terakreditasi Unggul oleh LAMDIK, Prodi S1 Pendidikan Musik Gereja terakreditasi Baik Sekali oleh LAMDIK, Prodi S1 Pendidikan Agama Kristen Usia Dini terakreditasi Baik Sekali oleh LAMDIK, Prodi S1 Pariwisata Budaya dan Agama terakreditasi Baik oleh BAN-PT. Teranyar pada 24 Desember 2025, IAKN Manado dinobatkan oleh Menteri Agama Prof Dr Nazaruddin Umar MA sebagai kampus Moderasi Beragama di Indonesia.

Makna capaian ini menjadi semakin kuat ketika ditempatkan dalam konteks salah satu kampus Kristen terbaik di Indonesia. Sebagai PTKN, yang mengarah ke Universitas, IAKN Manado diyakini bakal mengemban otonomi yang lebih luas sekaligus tuntutan akuntabilitas yang lebih tinggi.

Status ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan komitmen untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.

Dalam lanskap keterbukaan informasi yang serba cepat, IAKN Manado tidak memilih jalan pintas pencitraan. Media massa dan media sosial dikelola sebagai ruang komunikasi yang hidup, tempat informasi disampaikan dengan jujur, dialog dibuka, dan publik diperlakukan sebagai mitra, bukan sekadar audiens. Pendekatan ini membuat akses terhadap informasi IAKN Manado terasa lebih dekat, lebih manusiawi, dan lebih setara.

Namun membangun kepercayaan publik tidak cukup hanya dengan komunikasi yang baik. Ia harus berdiri di atas fondasi tata kelola yang kokoh. Karena itu, sejumlah penghargaan yang diraih IAKN Manado sepanjang tahun 2025 menjadi penegasan bahwa IAKN Manado menempatkan transparansi sebagai bagian dari nilai institusional, bukan sekadar kewajiban formal.

Bagi Rektor IAKN Manado, Dr Olivia Cherly Wuwung ST MPd sejumlah penghargaan ini bukanlah garis akhir. “Itu adalah penanda fase baru: fase ketika IAKN Manado, sebagai PTKN, semakin mantap melangkah untuk menjadi universitas yang benar-benar terbuka, terbuka dalam akses pendidikan, terbuka dalam komunikasi publik, dan terbuka dalam pertanggungjawaban kelembagaan,” jelasnya.

Di tengah lanskap PTKN yang terus berubah, IAKN Manado mengirimkan pesan yang tenang namun tegas: kepercayaan publik tidak dibangun dengan gegap gempita, melainkan dengan konsistensi. Dan sejumlah penghargaan yang diraih IAKN Manado membuktikan bahwa ia sedang berada di jalur itu, pelan, kokoh, dan berkelanjutan.

Banyak selamat IAKN Manado.

(***)

Komentar