Wujudkan Green Campus, Polimdo Kini Olah Sampah Mandiri Lewat Recycling Centre

Sumikolah918 Dilihat

SUPUTBICARA.COM – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menunjukkan komitmen nyatanya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan ekosistem kampus yang berkelanjutan.

Langkah besar ini dibuktikan dengan hadirnya fasilitas Recycling Centre (Pusat Daur Ulang) mandiri yang kini beroperasi penuh di dalam lingkungan kampus.

Melalui fasilitas baru ini, Polimdo mampu mengelola dan mengolah seluruh produksi sampah domestik secara internal tanpa harus membuangnya lagi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Direktur Politeknik Negeri Manado, Mareyke Alelo, menyatakan bahwa kehadiran Recycling Centre ini merupakan bagian dari visi besar Polimdo untuk menjadi kampus hijau (green campus) yang mandiri dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Kami tidak ingin kampus hanya menjadi tempat memproduksi sampah, melainkan harus menjadi tempat lahirnya solusi. Dengan Recycling Centre ini, Polimdo berkomitmen penuh untuk mengelola lingkungan secara mandiri dan memberikan contoh nyata bagi masyarakat luas mengenai pentingnya sirkular ekonomi,” ujar Mareyke Alelo.

Zero Waste: Mengubah Sampah Menjadi Berkah

Sistem pengelolaan di Recycling Centre Polimdo dirancang untuk menangani dua lini utama sampah dengan pendekatan zero waste:

  • Sampah Organik: Seluruh sisa makanan, dedaunan, dan limbah organik dari aktivitas area kampus dikumpulkan untuk diolah menjadi pupuk organik berkualitas. Pupuk ini nantinya akan digunakan kembali untuk menyuburkan taman-taman di lingkungan Polimdo.

  • Sampah Non-Organik: Limbah plastik, kertas, dan material non-organik lainnya disulap menjadi produk guna yang bernilai ekonomis tinggi. Melalui sentuhan inovasi, sampah ini diubah menjadi furnitur (meubelair) kampus hingga paving block yang kuat untuk menunjang infrastruktur jalan di dalam area politeknik.

Inovasi Edukasi dan Lingkungan

Mareyke Alelo juga menambahkan bahwa fasilitas ini tidak sekadar menjadi tempat pengolahan limbah biasa, melainkan juga berfungsi sebagai laboratorium alam bagi para mahasiswa, khususnya di bidang vokasi terapan.

“Ini adalah ruang belajar yang hidup. Mahasiswa bisa melihat dan mempraktikkan langsung bagaimana teknologi dan kreativitas dapat mengubah barang yang tidak bernilai menjadi produk bernilai guna tinggi. Kami ingin lulusan Polimdo tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kepedulian lingkungan yang tinggi,” pungkasnya.

Dengan langkah progresif ini, Politeknik Negeri Manado berhasil membuktikan bahwa perguruan tinggi vokasi mampu menjadi pelopor dalam menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan sampah, dimulai dari dalam kampus sendiri.

(***)

Komentar