Nakhodai Srikandi Jaga Desa Sulut, Akademisi FK Unsrat Gresty Massie Ambil Peran Utama di Forum Nasional

Daerah4571 Dilihat

JAKARTA — Akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Gresty Natalia Maria Massie, tampil memegang peran kunci dalam gelaran nasional Srikandi Jaga Desa di Jakarta.

Selain didapuk sebagai Ketua DPD Srikandi Jaga Desa Sulawesi Utara masa bakti 2026–2031, Gresty dipercaya duduk di meja presidium sebagai salah satu pimpinan sidang Musyawarah Nasional (Munas) Pertama organisasi tersebut. Forum konsolidasi ini mempertemukan pengurus dari seluruh Indonesia sebelum pelantikan akbar keesokan harinya.

Munas digelar pada Kamis (2/7/2026), sehari sebelum jajaran pengurus DPP, DPD, dan DPC Srikandi Jaga Desa se-Indonesia resmi dikukuhkan di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026). Kehadiran Gresty di barisan presidium bersama sejumlah tokoh nasional menandakan tingkat kepercayaan tinggi yang diberikan kepadanya di luar lingkup perwakilan daerah.

Gresty, yang lahir dan besar di Motoling Mawale, Kabupaten Minahasa Selatan, merupakan lulusan Universitas Indonesia. Selain mengajar di Program Studi Ilmu Keperawatan Unsrat, ia aktif sebagai Sekretaris Dharma Wanita FK Unsrat, Health Liaison Officer Manly Manado Society (MMS) Inc. Australia, serta Ketua Komisi Pendidikan GMIM Sion Ranomuut. Dalam kepengurusan DPD Sulut, ia didampingi oleh akademisi Unsrat lainnya, Christy Natalia Rondulonuwu, yang menjabat sebagai Sekretaris.

Rangkaian Munas hingga pelantikan mengusung tema “Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera”, yang menegaskan momentum penguatan peran perempuan dalam pembangunan desa sekaligus mengawal program strategis pemerintah.

Srikandi Jaga Desa sendiri baru dibentuk pada 20 Juni 2026 sebagai organisasi sayap resmi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS). Di tingkat pusat, Ella Nurlaela Tubagoes dilantik sebagai Ketua Umum DPP.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina, Hashim S. Djojohadikusumo, didampingi Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani. Acara tersebut turut dihadiri jajaran tokoh nasional dan daerah, seperti:

  • Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin

  • Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya

  • Wakil Ketua Dewan Pembina/Gubernur Maluku, Sherly Tjoanda Laos

  • Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal

  • Senator Ir. Stefanus B.A.N Liow, MAP (Ketua ABPEDNAS Sulut) bersama Sekretaris ABPEDNAS Sulut Jackried Maluenseng, SS., M.Si.

  • Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dan Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar

Dalam sambutannya, Hashim menegaskan keberhasilan program prioritas pemerintah — termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat — sangat bergantung pada pengawasan seluruh elemen masyarakat, khususnya peran aktif perempuan di tingkat desa.

Langkah ini diperkuat oleh data BPS 2024 yang mencatat bahwa 64,5% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan (sekitar 37 juta orang) dengan kontribusi mencapai 61% terhadap PDB nasional.

Rangkaian acara juga diisi dengan penandatanganan kerja sama antara ABPEDNAS dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) guna mendukung publikasi serta pengawasan program desa di seluruh Indonesia. Adapun pelantikan kepengurusan lengkap DPD Srikandi Jaga Desa Sulawesi Utara direncanakan berlangsung menyusul di Manado.

(***)

Komentar