Keseruan Dies Natalis ke-63 Fapet Unsrat: Dari Jalan Sehat hingga Aksi Kupas dan Goreng Telur

Daerah504 Dilihat

MANADO — Derap langkah ratusan civitas akademika Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado memecah rutinitas kampus pada Rabu (12/8/2026). Mengenakan pakaian olahraga santai, para dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa menyusuri rute jalan sehat dalam rangka Pembukaan Dies Natalis ke-63 Fapet Unsrat.

Langkah demi langkah yang tercipta bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan simbol perjalanan panjang institusi yang telah enam dekade lebih mencetak sumber daya manusia unggul di Sulawesi Utara.

Suasana keakraban berlanjut pada rangkaian lomba unik yang sarat kehangatan. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah lomba mengupas telur dan memasak telur mata sapi.

Dalam lomba tersebut, Dekan FISIP Unsrat, Dr. Ferry Daud Liando, S.IP., M.Si., tampil mengejutkan dengan menyapu bersih gelar juara pertama di kedua kategori. Kehadirannya menjadi bukti nyata bagaimana momentum perayaan ini mampu melintasi sekat antar-fakultas dan mempererat silaturahmi di lingkungan Unsrat.

Di balik suasana cair dan penuh kebersamaan, peringatan Dies Natalis ke-63 ini membawa refleksi mendalam bagi pengembangan sektor peternakan.

Mewakili Plt. Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Prof. Dr. Roike Montolalu, S.Pi., M.Sc., menegaskan bahwa usia 63 tahun adalah momentum untuk menengok kembali fondasi pengabdian yang telah dibangun para pendahulu.

Menyesuaikan dengan tema “Peternakan Maju, Rakyat Sejahtera”, Prof. Roike menyampaikan bahwa indikator keberhasilan sektor peternakan hari ini tak lagi sekadar angka populasi ternak, melainkan tingkat kesejahteraan para peternak di lapangan.

“Fakultas Peternakan Unsrat harus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, integritas, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Prof. Roike.

Pandangan ini diamini oleh Dekan Fapet Unsrat, Dr. Ir. Stanly O. B. Lombogia, S.Pt., M.Si., IPM. Ia menekankan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi modern secara langsung dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan harus terintegrasi langsung dengan kebutuhan peternak di lapangan, sehingga mampu mendongkrak produktivitas serta meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkas Dr. Stanly.

Melalui perpaduan antara kebersamaan dan komitmen akademik yang kokoh, perayaan ke-63 ini menjadi pijakan penting bagi Fapet Unsrat untuk terus melangkah maju mencetak lulusan yang adaptif dan siap menjawab tantangan masa depan.

(***)

Komentar

Terkait