SULUTBICARA.COM — Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sejak masa kehamilan, salah satunya melalui perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut ibu hamil. Hal ini menjadi fokus perhatian para dosen Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2026.
Kegiatan bertajuk “Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut pada Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Stunting dan Karies Gigi di Kota Manado” tersebut dilaksanakan melalui Program Kemitraan Masyarakat Klaster 2 (PKM_K2) UNSRAT 2026.
Edukasi ini digelar di dua fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Manado, yaitu Puskesmas Ranotana Weru (2 Juli 2026) dan Puskesmas Tuminting (28 Juli 2026).
Masing-masing lokasi diikuti oleh 15 ibu hamil, sehingga total terdapat 30 ibu hamil yang mendapatkan pembekalan.
Tim pengabdi dalam kegiatan ini diketuai oleh Ni Made Nujita Mahartati, S.KM., M.Epid., dengan anggota drg. Triska Yolanda Worang, M.Kes. dan Rizka Wahyuni, MDSc.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi menggunakan slide presentasi dan banner edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan, pencegahan karies gigi dan penyakit gusi, serta peran kesehatan ibu dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Selain teori, para peserta juga mengikuti sesi demonstrasi yang dibawakan oleh mahasiswa. Ibu hamil diajarkan secara langsung cara menyikat gigi yang baik dan benar agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat pemahaman peserta turut dievaluasi melalui pre-test dan post-test.
Kesehatan gigi dan mulut ibu hamil merupakan aspek yang sangat vital. Perubahan hormonal selama kehamilan dapat memengaruhi kondisi jaringan gusi dan rongga mulut, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika tidak dijaga dengan baik.
Selain membahas pemeliharaan kebersihan rongga mulut, kegiatan ini juga menekankan keterkaitan kesehatan ibu dengan upaya pencegahan stunting. Pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting membutuhkan perhatian sejak periode sebelum kelahiran, termasuk melalui pemenuhan kesehatan ibu.
Pemilihan Puskesmas Ranotana Weru dan Puskesmas Tuminting diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan upaya promotif serta preventif kesehatan ibu dan anak.
Tim pengabdi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor UNSRAT, LPPM UNSRAT, pimpinan serta tenaga kesehatan di kedua puskesmas, serta seluruh peserta dan mahasiswa yang berpartisipasi aktif.
Kegiatan PKM ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh civitas akademika UNSRAT dalam menghadirkan kontribusi langsung bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kota Manado.
(***)






Komentar