oleh

Hari Lahir Pancasila di Mata Fithriya Alexandria Datuela

SULUTBICARA.com – Hari Lahir Pancasila, 1 Juni, memiliki nilai penting di mata gadis asal Kabupaten Bolaang Mongondow Fithriya Alexandria Datuela. Dia menjelaskan saat pemerintah menghilangkan Pancasila dari Kurikulum Wajib Pendidikan Nasional, artinya itu sebagai tanda kuat negara dalam keadaan bahaya dan menunjukan betapa sudah tak berdayanya bangsa ini.

“Ditambah lagi dengan diamnya para kaum cendikiawan, para pakar, para politisi, dan budayawan terhadap kelangsungan Pancasila,” terang Fithriya Alexandria Datuela, Senin (31/05/2021).

Menurutnya, jika Pancasila diperlemah, maka wajar bila nilai nilai Pancasila tidak terwujud, wajar bila pihak luar pada akhirnya yang mengelola cabang cabang produksi penting di negeri kita sendiri dan serta pihak luar juga yang menguasai hajat hidup orang banyak di negara ini.

“Pancasila dijauhkan, maka dengan mudah masuknya liberalisme, kapitalisme, materialisme yang menjadi orientasi baru Bangsa Negara Indonesia, kemudian merevolusi sistem ekonomi politik, sosial, budaya dan komunikasi, serta pergaulan masyarakat termasuk generasi bangsa kita,” ujar gadis cantik ini.

Dikatakan gadis vokal pada isu lingkungan dan budaya bahwa jika Bangsa Indonesia menjadi tidak jelas, maka mengakibatkan mudahnya dikuasai oleh kaum kapitalisme.

“Dan Indonesia masuk fase negara kontradiksi, yang sebenarnya memiliki sejarah dan ideologi yang sangat tinggi dan besar. Tapi, malah jadi ahistoris dan pengikut ideologi pihak luar,” tegasnya.

Untuk itu, dia mengajak seluruh anak bangsa untuk membangun solidaritas nasional guna menyelamatkan bangsa dan generasi Indonesia.

“Ayoo! Saatnya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi kehidupan yang sebenarnya nyata di Bumi Indonesia. Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021. Salam adat, salam budaya dan salam lestari bagi seluruh pemuda dan pemudi anak Bangsa Indonesia,” tutup lulusan Jurusan BS Tourism Management Politeknik Sahid.

(SBC)

Komentar

Terkait