oleh

Gandeng Dikbud Tomohon-Unima, LPMP Sulut Jelaskan Kebijakan Merdeka Belajar

PINELENG, SULUTBICARA.com – Usai dilantik kembali menjadi Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (30/06/2021) kemarin. Kali ini, Febry HJ Dien ST MInf Tech (Man) langsung membuat gebrakan dengan menggelar Sosialiasi Kebijakan Kemendikbud-Ristek ‘Merdeka Belajar’ dengan menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tomohon dan Universitas Negeri Manado (Unima), Kamis (01/07/2021).

Dalam pemaparannya, Kepala LPMP Sulut menjelaskan tentang implementasi ‘Merdeka Belajar’ dalam mendukung pendidikan bermutu dalam peta jalan pendidikan yang diikuti via Zoom Meeting di Kantor LPMP Sulut.

Dia pun menjelaskan kondisi pendidikan Indonesia yang secara keseluruhan, angka partisipasi siswa di Indonesia terus meningkat; kesenjanganyang tersisa berada di tingkat prasekolah dan pendidikan tinggi yang disebabkan rendahnya kesadaran dan terbatasnya/ rendahnya kesetaraan akses pendidikan prasekolah dan pendidikan tinggi.

“Hasil PISA membuktikan kurang memadainya hasil belajar pendidikan dasar dan menengah. Kurang memadainya hasil belajar pendidikan dasar dan menengah yang disebabkan kualitas guru, infrastruktur, dan kesenjanganpada pemerintahan,” jelasnya.

Selain itu, ketimpangan kualitas terlihat antara Pulau Jawa dan daerah lainnya di Indonesia. Menurutnya, ketimpangan kualitas disebabkan keterbatasan pemerintahan, peraturan, dan geografis.

“Transformasi pendidikan Indonesia dimulai dari Merdeka Belajar episode 1 Merdeka Belajar, episode 2 Kampus Merdeka, episode 3 Penyesuaian Dana BOS, episode 4 Organisasi Penggerak, episode 5 Guru Penggerak, episode 6 Transformasi dana pemerintah untuk pendidikan tinggi, episode 7 Sekolah Penggerak, episode 8 SMK Pusat Keunggulan, episode 9 KIP Kuliah Merdeka, episode 10 Perluasan Program Beasiswa LPDP dan episode 11 Kampus Merdeka Vokasi,” terangnya.

Ia kemudian memaparkan isi Visi Pendidikan pada Peta Jalan Pendidikan 2035 yang memiliki target untuk memastikan kebijakan Merdeka Belajar tetap berlanjut dan semua target akan tercapai pada 15 tahun ke depan.

“Sederet kebijakan Merdeka Belajar tersebut diluncurkan semata-mata untuk peningkatan kualitas pendidikan dan membentuk SDM unggul untuk Indonesia Maju,” tutupnya dalam presentasinya.

Turut hadir sebagai pembicara dalam sosialisai webinar tersebut antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon Dr Juliana Karwur MKes MSi, Dosen Prodi Manajemen Pendidikan Unima Dr Jeffry Lengkong MPd dan Asisten III dan Program Pasca Sarjana Unima Dr Viktory Rotty MTeol MPd.

(BIL)

Komentar

Terkait