oleh

Pengurus APTISI Wilayah XVI-B Sulut Resmi Dilantik

MANADO, SULUTBICARA.com – Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah XVI-B Sulawesi Utara (Sulut) periode 2021-2025 resmi di lantik, Rabu (29/09/2021) siang.

Pelantikan yang dipusatkan di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, dihadiri langsung Ketua Umum APTISI Pusat Prof Dr Ir Budi Djatmiko MSi MEI digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan dengan jumlah peserta terbatas, acara itu berlangsung sederhana dan hikmat.

Tidak hanya menghadiri pelantikan, Prof Budi Djatmiko juga menyampaikan orasi ilmiah dihadapan seluruh Pengurus APTISI Wilayah XVI-B Sulut dan tamu undangan lainnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof Budi meminta agar perguruan tinggi merubah kurikulum sesuai dengan kemajuan zaman. Menurutnya, kampus tidak lagi berbasis tembok, kampus harus berorientasi pada industri.

“Jika hal ini tidak dilakukan, maka dengan sendirinya kampus tersebut akan tutup dan ini akan terjadi dalam  beberapa tahun kedepan. Kalau kampus yang tidak mau berubah, yayasan, pimpinan dan dosennya masih ngajar mengunakan cara lama, tatananya tidak mau berubah, maka akan tertinggal,” jelasnya.

Sebab, dikatakan Prof Budi bahwa mahasiswa sekarang ini generasi alfa yang lahir tahun 2010, keinginannya, harapan  dan konsumenya juga berubah. Sekarang ini jaman digital murni berbeda dengan zaman manual yang masih banyak digunakan oleh kampus.

“Oleh karena itu, saya tekankan, kampus harus bisa menyesuaikan dengan zaman generasi digital murni. kalau tidak, ya kita akan ketinggalan. Genarasi digital bebeda dengan generasi milenial. Kalau milenial itu masih digital dan konvensional tapi kalau generasi alfa itu generasi digital murni yang sudah terbiasa dengan kondisi digital,” katanya.

Selain kampus dapat menyiapkan dosen yang mampu menguasai teknologi, Prof Budi mengatakan agar kampus juga bisa menghasilkan kreatifitas produk yang dihasilkan oleh mahasiswa.

“Tidak perlu lagi yang namanya ujian. IPK tidak lagi menentukan kesuksesan seorang. Yang menentukan kreatifity, ada produk yang dihasilkan bahkan riset mengatakan IPK hanya urutan ke 17, tapi kreatifity dan inovasi, peluang dia akan mendapatkan kesuksesan sangat besar,” kata Prof Budi.

Menurutnya lagi, pembelajaran di kampus sekarang ini sudah masuk digitalisasi. Perkuliahan bisa dimana saja, tidak mesti dikampus. Tidak perlu gedung yang megah, tetapi belajar bisa dimanapun.

“Misalnya, diperusahaan, dunia industri dan bank yang berhubungan langsung dengan dunia kerja bisa laksanakan perkuliahan. Mengenai tenaga dosen ditahun 2030 kemungkinan bisa digantikan dengan robot. Hanya saja, robot tidak kreatif. Kerja robot hanya linear. Olah sebab itu, kampus harus mengajarkan mahasiswa untuk berkreatif,” tukasnya.

“Saya prediksi 2030 guru tinggal 50 persen. Guru akan diganti oleh robot dan youtuber. Ilmu bisa dicari di google. Segala macam ilmu ada di google. Pengalaman dosen yang perlu diambil mahasiswa. Jadi mulai dari sekarang, APTISI Wilayah XVI-B Sulut harus bisa menyikapi dan mengambil langkah untuk berbenah diera digitalisasi ini,” tambah Prof Budi.

Dilain pihak, Gubernur Sulut Olly Dondokambey diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang), dr Jemmy Lampus MKes menaruh harapan besar pada Asosiasi ini, pasalnya sebagai mitra pemerintah provinsi Sulut dalam memajukan sumber daya manusia dibidang pendidikan maupun sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, APTISI ditujukan untuk meningkatkan pengelolaan, pembinaan,dan pengembangan perguruan tinggi agar mampu menjadi instansi terdepan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkompeten dan profesional.

“Dengan dilantiknya APTISI Wilayah XVI-B Sulut, berati mengemban tugas dan tanggung jawab yang cukup besar selama empat tahun kedepan. Saya ucapkan selamat, laksanakan dengan kerja ikhlas dan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua APTISI Wilayah XVI-B Sulut, Dr Debby Ch Rende MSi mengatakan, usai pelantikan pengurus, program yang akan dijalankan pertama adalah Rapat Kerja (Raker) di mana agenda ini akan digelar dalam waktu dekat.

“Dalam raker itu kita akan rancang program kerja dalam empat tahun ke depan. Diharapkan dalam lima tahun APTISI mampu berperan menjadikan PTS di Sulut meningkat kualitasnya ditandai dengan Akreditasi Prodi dan Institusi yang Baik Sekali (B) atau Unggul (A),” kata Rende yang juga menjabat sebagai Rektor UNPI Manado.

Dalam kepengurusan yang baru ini, kata Rende, peluang-peluang yang hadir di Sulut akan dimanfaatkan APTISI dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan PTS di Nyiur Melambai.

“Intinya kita meningkatkan kualitas PTS melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi agar mampu sejajar dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” jelasnya.

Selain sinergi antar PTS, lanjutnya, APTISI juga akan bekerja sama dengan stakeholder atau instansi swasta dan pemerintah daerah untuk join riset dan pengembangan inovasi terhadap produk unggulan yang dihasilkan mahasiswa maupun stakeholder.

“Kita buat agar mahasiswa kita di Sulut dapat menghasilkan karya yang juga dapat dimanfaatkan berbagai pihak baik swasta maupun pemerintah daerah,” sebutnya.

Adapun pelantikan tersebut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Prof Dr Ir Mahludin Baruwadi MP, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) APTISI Wilayah XVI-B Sulut, serta para pimpinan perguruan tinggi swasta.

(bil/*)

Komentar