oleh

Lynda Watania Disebut Miliki Kans Lebih Besar Jadi Sekda Minahasa, Ini Alasannya

MANADO, SULUTBICARA.com

Tujuh nama yang mendaftar dalam Seleksi pimpinan pratama sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa.

Mereka adalah Dr Lynda Deisye Wantania MM MSi yang saat ini menjabat Kadis Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Pemprov Sulut, Asisten III Pemkab Minahasa Dr Vicky Tanor SPi MSi, Staf Ahli Pemkab Minahasa Agustivo Tumundo SE MSi, Kadis P3A Minahasa Dra Riany Suwarno, Asisten Pemkab Minahasa Drs Raviva Maringka MSi, Kadis Damkar Drs Melky Rumate MSi dan Kasat Pol PP Drs Alex Mamesah SSTP MSi.

Keenam ASN Pemkab dan satu ASN Pemprov Sulut itu juga telah lolos pada seleksi administrasi yang dilakukan pada pekan lalu seusai mendaftaran seleksi pengisian jabatan pimpinan pratama sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa.

Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr Hendrik Manossoh menyebut, kandidat yang paling cocok atau dekat dengan Gubernur Sulut dan Bupati Minahasa berkemungkinan bisa lolos menjadi Sekda.

Sebab Sekda dan Bupati harus punya frekwensi yang sama sebagai user dan akan support melayani pimpinannya.

“Jadi pertimbangan kecocokan akan menjadi variabel penting karena sekda pasti akan ditanya pusat siapa yang dikehendaki. Dari ketujuh calon yang lolos tinggal ditracking saja siapa yang paling dekat dengan Gubernur dan Bupati,” kata Manossoh, Jumat (13/01/2023).

Ketua Pemuda Nusa Utara ini menyebut dari ketujuh nama tersebut pejabat Pemprov, dinilai memiliki kans yang lebih besar jika dilihat berdasarkan kebutuhan internal.

“Semua punya pengalaman yang relatif lengkap. Tapi kalau pertimbangan kecocokan dengan Gubernur dan Bupati, ya Pak Gubernur dan Pak Bupati yang tahu,” jelasnya.

Namun, untuk permainan politik di dalamnya atau “titipan” juga dirasa minim. Sebab, pintu yang bisa ditembus hanya kepala daerah.

“Di era sekarang “titipan” kian tipis peluangnya, karena pintunya hanya bisa masuk lewat pintu Bupati saja,” pungkasnya.

(bil)

Komentar