Perkuat Mutu Layanan, RSUD Toto Kabila Studi Banding ke RSUP Kandou

Daerah936 Dilihat

SULUTBICARA.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango melakukan kunjungan studi banding ke RSUP Kandou pada Rabu (22/7/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperdalam berbagai sistem pengelolaan rumah sakit guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Rombongan studi banding diterima langsung oleh Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes., yang didampingi Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang, dr. Wega Sukanto, Sp.B.TKV.

Dalam kunjungan tersebut, tim RSUD Toto Kabila berfokus pada empat substansi utama tata kelola perumahsakitan, yaitu:

  1. Pengampuan KJSU-KIA: Penerapan Tim Kanker, Jantung, Stroke, Uronefro, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA) sebagai rumah sakit pengampu wilayah.

  2. Sistem Remunerasi: Implementasi dan mekanisme skema remunerasi bagi pegawai.

  3. Penentuan Tarif Layanan: Metode penetapan tarif pelayanan kesehatan berbasis analisis unit cost.

  4. Pelayanan Informasi Publik: Tata kelola Tim Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) atau Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Starry Rampengan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan RSUD Toto Kabila dan menegaskan kesiapan jajarannya untuk memfasilitasi kebutuhan informasi selama kegiatan berlangsung.

“Terima kasih banyak atas kepercayaan kepada RSUP Kandou. Kami menerima dengan senang hati maksud dan tujuan kunjungan ini. Nantinya tim dari RSUD Toto Kabila akan dipandu oleh tim kami sesuai kebutuhan agar seluruh informasi yang diperlukan dapat diperoleh secara optimal,” ujar Prof. Starry.

Mengenai peluang kerja sama pengampuan wilayah, Prof. Starry menjelaskan bahwa terdapat prosedur resmi dari Kementerian Kesehatan yang perlu ditempuh jika RSUD Toto Kabila ingin menjadikan RSUP Kandou sebagai RS pengampu.

“Apabila RSUD Toto Kabila tertarik menjadikan RSUP Kandou sebagai rumah sakit pengampu, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Kami akan melaporkannya kepada Bapak Menteri Kesehatan dan selanjutnya dimasukkan dalam perencanaan pengampuan. Untuk saat ini, sesuai regulasi, statusnya masih sebatas studi banding,” jelasnya.

Ia berharap pertukaran informasi dan praktik terbaik (best practices) ini dapat membawa manfaat nyata bagi kedua institusi dalam memajukan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

(sbc)

Komentar