Belum Sepekan Menjabat, Plt Rektor Unsrat Disambut Surat Terbuka Mahasiswa PPDS dan Dokter Spesialis

Sumikolah917 Dilihat
SULUTBICARA.COM — Belum genap sepekan kursi kepemimpinan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) berganti ke tangan Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., pimpinan baru kampus dan jajarannya langsung disambut “hadiah” berupa Surat Terbuka dari mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Fakultas Kedokteran Unsrat.
Surat terbuka tertanggal 10 Agustus 2026 tersebut juga ditujukan secara bertingkat kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dekan FK Unsrat, hingga seluruh jajaran pimpinan universitas.
Dalam surat tersebut, para calon dokter spesialis dan dokter profesi menyampaikan permohonan kebijakan fleksibilitas dan solusi administratif agar tetap dapat mengikuti Wisuda Periode Agustus 2026 (Wisuda Gelombang I T.A. 2026/2027).
Ancaman batal wisuda ini dipicu oleh kendala teknis sistem yang berada di luar kendali para mahasiswa diantaranya Kendala Teknis: Adanya maintenance (pemeliharaan) pada server Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Dampak Sistem: Sinkronisasi data antara PDDikti dengan Portal Inspire Unsrat tidak berjalan sebagaimana mestinya dan akibat pada Mahasiswa: Mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan tidak dapat ter-yudisium melalui portal, sehingga terhambat secara sistem saat mendaftar wisuda.

“Kendala tersebut sama sekali bukan disebabkan oleh kelalaian, keterlambatan, maupun ketidakmampuan kami dalam memenuhi proses pendidikan dan kewajiban akademik. Sangat disayangkan apabila kendala teknis pada sistem yang berada di luar kendali mahasiswa justru berujung pada kami yang harus menanggung risiko ini semua,” tulis perwakilan mahasiswa PPDS dan P3D dalam suratnya.

Para mahasiswa menegaskan bahwa keterlambatan wisuda bagi dokter spesialis dan profesi dokter bukan sekadar urusan seremonial. Penundaan wisuda berdampak langsung pada rantai pelayanan medis di masyarakat:
  1. Penundaan Pengabdian & Penempatan: Banyak lulusan PPDS telah dijadwalkan kembali bertugas dan mengisi kebutuhan tenaga dokter spesialis di berbagai rumah sakit serta fasilitas kesehatan daerah.
  2. Kerugian Finansial & Waktu: Penundaan akibat masalah sistem berdampak pada rencana profesional, biaya operasional yang membengkak, hingga mundurnya tahapan karier selanjutnya.
Melalui surat terbuka ini, para mahasiswa PPDS dan P3D melayangkan beberapa poin harapan:
  • Bagi Pimpinan Unsrat: Diharapkan hadir memberikan kebijakan yang adil, manusiawi, dan solutif tanpa mengorbankan hak-hak mahasiswa yang terdampak kendala teknis.
  • Bagi Kemendiktisaintek: Selaku pengelola dan penanggung jawab PDDikti, kementerian diminta memperhatikan dampak serius akibat pemeliharaan sistem terhadap proses akademik mahasiswa.
Momentum ini menjadi ujian awal bagi Plt. Rektor Prof. Jamaluddin Jompa yang baru ditunjuk Kemendiktisaintek awal Agustus 2026 ini untuk membuktikan komitmennya dalam menjaga kelancaran layanan akademik dan memberikan kepastian hak bagi para calon dokter spesialis di Universitas Sam Ratulangi.
(***)

Komentar