oleh

SMKN PP Kalasey Paling Siap Sambut New Normal di Sulut

KALASEY, SULUTBICARA.com – Cepat atau lambat, penerapan New Normal di Sulawesi Utara (Sulut) akan diberlakukan. Untuk memastikan pelaksanaan kebijakan itu, Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, dr Liesje Grace Lourino Punuh MKes meminta SMA/SMK Negeri untuk segera mempersiapkan sejumlah sarana dan prasarana (Sapras) protokol kesehatan di masa transisi.

Instruksi tersebut langsung direspon cepat SMK Negeri Pertanian Pembangunan (SMKN PP) Kalasey. Di bawah komando Jemmy James Jermias SPd MSi, persiapan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimasa pandemi Covid-19 telah dimulai.

Tidak hanya mempersiapkan sapras, SMKN PP Kalasey turut meminta dukungan semua elemen masyarakat. Sinergitas dan kerjasama antara semua elemen menjadi kunci keberhasilan terbebas dari wabah virus corona.

“Kalau dari kesiapan sarana prasarana boleh dibilang kami sangat siap. Kelengkapan APD dan sejenisnya sudah siap. Tempat cuci tangan ada 20 titik dengan air mengalir. Hand sanitizer, sabun disenfektan juga sudah siap,” ungkap Kepala SMKN PP Kalasey, Senin (21/06/2020).

Dirinya juga menjelaskan kendala dalam penerapan protokol kesehatan. “Guru-guru dan staff juga sudah siap. Tapi yang kami khawatirkan soal tingkat disiplin siswa dalam penerapan protokol kesehatan. Karena di asrama tinggal 600 siswa. Dan untuk 1 kamar tinggal 5-8 siswa. Mungkin itu perlu pengawasan yang sangat ketat,” tukasnya.

Sesuai rencana, penerapan new normal di bidang pendidikan akan dimulai pertengahan bulan Juli mendatang.

Menariknya, dari sekian banyak SMA/SMK Negeri di Sulawesi Utara (Sulut), hanya SMKN PP Kalasey yang paling siap menyembut proses KBM menggunakan protokol Covid-19. Untuk itu, patut dipertanyakan dana BOS yang diterima pihak SMA/SMK Negeri di Sulut. Apakah dipergunakan untuk penanangnan Covid-19 atau disalahgunakan untuk kepentingan di luar mekanisme penggunaan BOS.(red)

Komentar

Terkait