SULUTBICARA.COM — Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Tahun 2026 diwarnai aksi protes. Sejumlah mahasiswa membentangkan spanduk bernada penolakan terhadap keterlibatan militer di lingkungan akademis, menyusul kontroversi serupa yang terjadi di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Aksi tersebut terekam dalam sebuah gambar yang memperlihatkan spanduk kain putih berukuran besar digantung dari balkon lantai atas gedung tempat berlangsungnya PKKMB FH Unsrat. Spanduk tersebut bertuliskan pesan tegas: “Tolak Militer Masuk Kampus, Kampus Bukan Barak”.
Gelombang aksi penolakan militerisasi di kampus Unsrat ini diduga kuat dipicu oleh keresahan mahasiswa terhadap polemik yang muncul dalam pelaksanaan PKKMB 2026 di Unhas Makassar. Pada pertengahan Agustus 2026, PKKMB Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas mendapat sorotan publik dan kritikan tajam dari organisasi kemahasiswaan setelah kehadiran aparat TNI (Pangdam XIV/Hasanuddin) yang membawakan materi pembinaan kesadaran bela negara di area kegiatan mahasiswa.
Kekhawatiran akan pola keterlibatan dan pendekatan militeristik dalam kegiatan PKKMB di Unhas akan turut merambah ke lingkup Unsrat tampaknya menjadi pemicu aksi para mahasiswa Fakultas Hukum tersebut.
Aksi pembentangan spanduk di Fakultas Hukum Unsrat menjadi bentuk respon cemas mahasiswa terhadap potensi pergeseran nilai-nilai akademis menjadi militeristik. Para mahasiswa mengunggah pesan bahwasanya kampus harus tetap bersih dari bentuk pengekangan sipil dan menjaga ruang kritis berpikir ilmiah.
“Kampus adalah ruang sipil dan wadah pengembangan kebebasan berpikir, bukan barak militer. Kami menolak segala bentuk militerisme maupun intervensi aparat dalam kegiatan kemahasiswaan di lingkungan Unsrat,” tegas salah satu perwakilan mahasiswa di lokasi.
Hingga saat ini, pihak Fakultas Hukum maupun pimpinan rektorat Unsrat belum merilis pernyataan resmi mengenai aksi pembentangan spanduk penolakan tersebut.
Sementara itu, rangkaian kegiatan PKKMB Unsrat 2026 dilaporkan tetap berjalan di bawah pengawasan panitia internal fakultas.
(***)










Komentar