Jadi Hub Kesehatan Indonesia Timur, RSUP Kandou Manado Jalin Kemitraan Internasional dengan NUH Singapura

Daerah761 Dilihat

MANADO — RSUP Kandou secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan National University Hospital (NUH) Singapura melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung pada Sabtu (7/11/2026). Kerja sama ini menjadi milestone penting dalam memperkuat mutu pelayanan kesehatan bertaraf internasional sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) medis di wilayah Indonesia Timur.

Melalui penandatanganan MoU ini, kedua lembaga menyepakati kolaborasi jangka panjang yang mencakup transfer keahlian medis, penyelenggaraan program edukasi klinis, serta pengembangan kapasitas pelayanan rujukan unggulan.

Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes menegaskan bahwa adopsi standar pelayanan dan teknologi medis kelas dunia dari NUH Singapura ini dirancang untuk dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Komitmen utama kami sebagai Rumah Sakit Umum Pusat rujukan di Indonesia Timur adalah menghadirkan layanan kesehatan bertaraf internasional yang inklusif. Adopsi standar layanan dari NUH ini tetap diintegrasikan ke dalam skema kepesertaan BPJS Kesehatan sesuai alur rujukan berjenjang yang berlaku. Tujuan kami jelas, memastikan pasien BPJS mendapatkan akses penanganan medis kelas dunia tanpa terkendala hambatan finansial,” ujar Direktur Utama RSUP Kandou.

Ia juga menambahkan bahwa program kolaborasi ini—seperti wetlab dan simposium bersama pakar NUH—disambut antusias oleh para dokter spesialis, konsultan, hingga dokter residen.

“Selain pelatihan dan seminar, kami sedang memfinalisasi lini masa dan kuota tahunan untuk pengiriman tenaga medis RSUP Kandou guna menjalani studi banding dan fellowship langsung di Singapura pada bidang-bidang prioritas,” lanjutnya.

Sementara itu, Head of Department of Ophthalmology NUH Singapore, Prof. Viktor Koh menyampaikan bahwa penunjukan RSUP Kandou sebagai mitra strategis didasari oleh posisi penting rumah sakit ini sebagai pusat rujukan dan pendidikan kedokteran utama di Indonesia Timur.

“RSUP Kandou memiliki potensi luar biasa pada kapasitas kepemimpinan klinis dan dedikasi SDM medisnya. Bagi NUH, kemitraan ini adalah langkah krusial untuk memperluas jangkauan keahlian medis kami sekaligus membangun hub pelayanan kesehatan unggulan di kawasan ini,” ungkap Prof. Viktor Koh.

Guna memastikan transfer ilmu berjalan efektif dan berkelanjutan, NUH menerapkan metodologi komprehensif mulai dari pelatihan praktis, pendampingan operasi langsung hingga konsultasi jarak jauh.

Dalam fase awal, kerja sama ini difokuskan pada bidang oftalmologi (kesehatan mata), khususnya transfer teknologi dan teknik operasi PAUL Glaucoma Implant. Keberhasilan penyerapan teknologi ini akan diukur melalui indikator kemandirian tindakan tim medis lokal, penurunan tingkat komplikasi pasien, serta standar operasional yang ketat.

Ke depan, NUH dan RSUP Kandou berrencana mengeskalasi cakupan kerja sama ke beberapa bidang spesialisasi unggulan lainnya serta riset medis bersama.

Langkah kolaboratif ini sejalan dengan visi NUH untuk mendukung penguatan ketahanan sistem kesehatan publik di tingkat regional Asia Tenggara melalui pembagian pengetahuan (knowledge sharing) dan pemerataan kualitas pelayanan medis.

(***)

Komentar