oleh

AS Temukan Reaksi Alergi Meningkat Usai Suntik Vaksin Covid

JAKARTA, SULUTBICARA.com – Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat Atau Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan pihaknya akan memantau secara hati-hati reaksi alergi terhadap vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan Moderna dan mendesak warga yang memiliki reaksi serius untuk tidak mengambil dosis kedua vaksin.

Badan kesehatan AS ini mengatakan reaksi alergi terjadi pada tingkat 11,1 per 1 juta suntikan. Itu lebih tinggi dibandingkan dengan vaksin flu, di mana reaksi seperti itu terjadi pada tingkat 1,3 per 1 juta suntikan.

Reaksi parah masih “sangat jarang,” kata CDC, serta menekankan perlunya warga untuk divaksinasi saat vaksin tersedia, mengingat ancaman kematian dan penyakit serius yang ditimbulkan virus corona yang telah merenggut lebih dari 357.000 nyawa penduduk di Amerika Serikat.

CDC mengatakan sedang memantau insiden reaksi alergi dengan cermat dan berencana untuk memposting pembaruan mingguan di situs webnya, seperti dikutip dari CNBC International, Kamis (7/1/2021).

CDC juga mendesak agar fasilitas kesehatan yang memberikan vaksin disiapkan tidak hanya untuk mengenali reaksi alergi yang serius, yang dikenal sebagai anafilaksis, tetapi juga dilatih tentang cara merawatnya dan mengenali kapan individu perlu dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan tambahan.

Pejabat CDC mengatakan 28 orang yang menerima vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech mengalami reaksi alergi yang parah. Mereka juga mencatat satu kasus anafilaksis, yang dapat menyebabkan pembengkakan tenggorokan dan kesulitan bernapas, setelah seseorang menerima vaksin Moderna.

Dalam laporannya, CDC menemukan adanya 21 kasus anafilaksis pada periode 14 Desember hingga 23 Desember setelah pemberian 1.893.360 dosis vaksin Pfizer. Sebanyak 71% kasus itu terjadi 15 menit pertama setelah penyuntikan.

(cnbcindonesia.com)

Komentar

Terkait