oleh

Sah Ketum Muaythai Sulut, Gladies Mangundap Siap Cetak Atlet Berprestasi dan Sejahterakan Pelatih

MANADO, SULUTBICARA.com – Pemilihan ketua Cabang Olahraga (cabor) Muaythai Sulawesi Utara (Sulut) 2021 berhasil direbut Gladies Mangundap. Dengan jiwa militannya harapan membesarkan cabor di Sulut dititipkan pendiri Muaythai Indonesia yang juga Ketua Umum Muaythai Indonesia Dr Sudirman SH MH.

Diwakili Waksekjen PB Muaytai Indonesia Grace Olivia Udiata SH MH, dia berharap dengan adanya ketua baru dalam hal ini Gladie Mangundap Muaythai di Indonesia bisa menjadi cabang olahraga yang bergensi.

“Pergantian kepemimpinan merupakan suatu hal yang biasa. Ini menandakan organisasi itu eksis. Menjadi luar biasa ketika peralihan itu berjalan dengan baik,” tukas Waksekjen saat memberikan sambutan pada Musyawarah Luar Biasa Pengurus Muaythai Provinsi Sulut yang digelar di Gedung Youth Center KONI Manado, Rabu (15/09/2021).

Dia pun berharapa ketua yang baru dapat membawa tongkat organisasi berlari ke depan agar meraih prestasi sebanyak-banyaknya.

Gladies Mangundap saat menerima bendera pataka dari Waksekjen PB Muaytai Indonesia Grace Olivia Udiata SH MH.

“Sulut tidak kekurangan potensi-potensi terbaik. Dalam menjadi pemimpin dibutuhkan pengorbanan dan pengabdian terhadap jabatan. Saya kira itu semua ada pada Gladies,” katanya disambut tepuk tangan peserta yang hadir.

Sementara itu, Gladies Mangundap Ketum Muaythai terpilih di Sulut mengatakan dia akan menjadikan Cabor Muaythai sebagai cabor prestasi dan unggulan pendulang Emas pada PON. “Saya juga akan menyempurnakan kepengurusan 15 kabupaten/Kota se-Sulut,” katanya.

Lanjut dikatakan Gladies, dirinya akan melakukan pembenahan dan penyusunan organisasi guna melakukan persiapan program jangka pendek pelatihan pelatih sertifikasi dan TC Atlit dalam menghadapi persiapan pematangan Atlit Muaythai pada PON XX di Papua.

“Saya tidak banyak janji kepada mereka, tapi pelatih di era kepemimpinan sekarang akan disejahterakan,” ujar perempuan cantik berusia kelahiran Manado 09 Desember 1989.

Kedepan menurutnya akan dilakukan eksebisi setiap dua bulan sekali dan setiap triwulan akan dilakukan pertandingan di setiap kabupaten kota yang ada di Sulut.

“Semua pelatih diharuskan untuk digaji dan punya wasit di tiap kabupaten kota. Sedangkan untuk para atlit, kemarin sudah saya bicarakan kalau ada yang belum bekerja silakan bilang ke saya nanti saya akan menyurat ke pemerintah,” tutup pemilik Pabrik Tuna ekspor langsung ke Amerika yang kerjasama dengan Harbour New York- PT Artha Bintang seafood ini.

(bil/*)

Komentar

Terkait