Jadi Tonggak Sejarah! Rektor dan Kepala Biro AUAK IAKN Manado Hadiri Natal Perdana Kementerian Agama

Headline, Sumikolah1028 Dilihat

SULUTBICARA.COM — Kementerian Agama Republik Indonesia menorehkan catatan sejarah baru dengan menggelar perayaan Natal perdana yang menyatukan dimensi ibadah, budaya, dan aksi kemanusiaan dalam Festival Kasih Nusantara Tahun 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Senin (29/12). Perayaan ini menegaskan pesan kasih, persaudaraan, dan moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan kebangsaan yang majemuk.

Rangkaian kegiatan diawali Ibadah Natal Bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristen dan Katolik Kementerian Agama beserta keluarga. Ibadah ini juga dihadiri pimpinan Aras Gereja Nasional, para pendeta dan rohaniwan Katolik, rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK), Panitia Natal Nasional, mahasiswa, hingga umat lintas generasi dari anak sekolah Minggu sampai lansia di Jakarta dan sekitarnya.

Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Dr Olivia Cherly Wuwung ST MPd bersama Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK), Pdt Anneke Purukan SPAK MPd turut menghadiri Natal perdana Kementerian Agama yang dipimpin oleh Pdt Ivan Kristiono dan Romo RD. Kol (Purn) Yos Bintoro sebagai pembawa Doa Syafaat tersebut.
Suasana khidmat terbangun melalui puji-pujian, penyalaan lilin, penyampaian firman Tuhan, doa syukur, dan doa berkat, yang melibatkan kolaborasi lintas unit serta lembaga pendidikan keagamaan Kristen dan Katolik.

Usai ibadah, acara berlanjut pada Festival Kasih Nusantara 2025: C-LIGHT (Christmas Love in God, Harmony Together) yang diikuti sekitar 2.500 peserta lintas agama, baik secara luring maupun daring. Hadir Giring Ganesha yang turut menghibur peserta dengan lagu Laskar Pelangi serta perwakilan Kapolri, Kepala Otorita IKN Nusantara yang diwakili Troy Pantouw, pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama, serta para undangan yang sebelumnya mengikuti ibadah Natal.

Tema C-LIGHT dimaknai sebagai perayaan kasih Tuhan yang menyinari dunia sekaligus panggilan hidup rukun dalam keberagaman Indonesia. Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa perayaan ini menjadi tonggak baru sejak Republik Indonesia berdiri.

Menteri Agama, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA dalam sambutannya mengatakan bahwa perayaan Natal Kemenag ini adalah yang pertama kali dilakukan sejak Republik Indonesia hadir.

“Malam ini kita membuat sejarah, selama ini rekan-rekan kita dari Katolik dan Kristen mengadakan Natal masing-masing, tapi kali ini kita coba menghimpun energi kebersamaan,” kata Menag.

“Pelaksanaan Natal ini dilakukan dalam suasana keprihatinan sekaligus membuktikan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar, bahwa kalian tidak sendiri, semua sesama warga bangsa ada bersama kalian, buktinya tiada Natal kali ini tanpa doa kepada Anda semuanya,” jelas Menag.

“Hadir dalam rangkaian Natal di Sorong, Papua Barat Daya, selain berdoa, umat juga mengumpulkan bantuan bagi saudara-saudaranya yang ada di ujung barat Indonesia. Inilah Indonesia,” tegas Menag.

Dalam Laporannya, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Dr Jeane Marie Tulung STh MPd mengatakan bahwa Ibadah Natal Bersama dan Festival Kasih Nusantara ini dihadiri sekitar 2.500 undangan secara langsung serta diikuti secara daring

Perayaan Natal bersama Kemenag ini dilaksanakan secara khusus oleh aparatur sipil negara yang beragama Kristen dan Katolik. Menurut Dirjen, rangkaian kegiatan perayaan Natal Kemenag merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Kementerian Agama, khususnya penguatan kerukunan umat beragama, cinta kemanusiaan, layanan keagamaan berdampak, serta ekoteologi.

“Kegiatan ini menjadi komitmen kami untuk terus memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan melalui aksi nyata lintas iman,” ujarnya.

Dirjen menambahkan sebelum puncak Festival Kasih Nusantara digelar pihaknya juga telah melaksanakan beberapa kegiatan, di antaranya jalan sehat lintas agama di Jakarta dan Sorong, santunan kepada anak panti asuhan lintas agama, pemeriksaan kesehatan gratis, seminar C-LIGHT di Surabaya, Manado, dan Sorong, aksi kasih bagi korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Bersih-bersih rumah ibadah di Bandung, dan Peluncuran Buku Ekoteologi dan Panduan Kurikulum Berbasis Cinta bagi siswa Kristen.

Mengusung semangat “Natal for All”, perayaan ini menegaskan bahwa pesan kasih dan harmoni Natal terbuka bagi seluruh elemen bangsa tanpa memandang latar belakang budaya dan keyakinan.

Melalui rangkaian Natal 2025 ini, Kementerian Agama berharap nilai kasih, kepedulian, persaudaraan, serta kerja sama sosial lintas iman semakin menguat dan memberi kontribusi nyata bagi kerukunan umat beragama dan persatuan Indonesia.

(***)

Komentar