Karya Bakti di Talaud, Rektor Unsrat Apresiasi Kolaborasi Akademisi dan TNI

Sumikolah1189 Dilihat

SULUTBICARA.COM — Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terus menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui keterlibatan aktif pada kegiatan Karya Bakti Skala Besar kerja sama dengan Kodam XIII/Merdeka dan Korem 131/Santiago di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Dalam kegiatan ini, Unsrat menerjunkan sebanyak 83 personel yang terdiri dari 17 dosen dan 66 mahasiswa. Para akademisi dan mahasiswa ini berkolaborasi dengan jajaran TNI serta masyarakat setempat dalam berbagai program pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi tepat guna.

Mengenai keterlibatan civitas akademika di wilayah perbatasan tersebut, Rektor UNSRAT, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi dan semangat pengabdian tim UNSRAT di lapangan.

Keikutsertaan Unsrat dalam Karya Bakti Skala Besar bersama TNI adalah wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kolaborasi riset, inovasi teknologi, serta sinergi mahasiswa dan dosen bersama prajurit TNI ini dapat memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud, hingga ke kawasan terluar seperti Pulau Miangas,” ujar Rektor, Selasa (21/07/2026).

Hingga Senin (20/7/2026), Tim Geolistrik Unsrat bersama Korem 131/Santiago telah menyelesaikan survei di 14 titik pengukuran yang tersebar di Kecamatan Essang, Beo, dan Rainis. Pengukuran geolistrik ini bertujuan untuk mendeteksi potensi air tanah guna mendukung penentuan lokasi pembuatan sumur bor di desa-desa serta markas Koramil setempat. Survei ini dijadwalkan berlanjut hingga 23 Juli 2026 dengan menargetkan 10 titik di Kecamatan Rainis dan sejumlah lokasi di Kecamatan Melonguane.

Di sektor energi dan infrastruktur dasar, Tim Mikrohidro Unsrat bersama pihak Korem 131/Santiago telah meninjau potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Air Terjun Makatara (Beo Utara) dan Air Terjun Ampa Doap (Beo Barat). Selain itu, survei perbaikan Jembatan Taloare dan rencana pengerjaan paving stone di Desa Bantik Lama juga telah dilaksanakan bersama Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi.

Kolaborasi ini juga melahirkan inovasi material bangunan berbasis potensi lokal, yaitu Genteng Komposit Berbahan Dasar Sabut Kelapa.

  • Proses Produksi: Alat pencacah dan serat kelapa (coco fibre) disiapkan oleh Kodam XIII/Merdeka, sementara pengolahan bahan setengah jadi (pencampuran serat dan perekat kimia) dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA UNSRAT.

  • Tahap Uji Coba: Pencetakan genteng saat ini menunggu penyelesaian alat hot press dari Kodam XIII/Merdeka, yang nantinya dilanjutkan dengan uji tekan dan uji tarik di Laboratorium Fakultas Teknik UNSRAT.

  • Koordinasi Lanjutan: Hari ini (21/7/2026), Dekan Fakultas Teknik dan Dekan FMIPA UNSRAT dijadwalkan berkoordinasi langsung dengan Tim Kodam XIII/Merdeka untuk evaluasi dan penetapan langkah selanjutnya.

Tidak hanya fokus pada riset teknis, mahasiswa Unsrat yang berada di posko-posko kecamatan turut bergotong royong bersama prajurit TNI dan warga lokal dalam pembangunan fisik, seperti pembuatan jalan desa dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Bahkan, semangat pengabdian tersebut menjangkau batas terluar Indonesia. Pada Senin sore (20/7/2026), Panitia Unsrat diwakili Sekpan (Dekan FMIPA) dan Penasehat (Dekan FH) melepas tiga mahasiswa UNSRAT di Pelabuhan Bitung untuk bertugas ke Pulau Miangas menggunakan Kapal TNI ADRI. Keberangkatan tim ini diterima langsung oleh Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi.

Melalui program Karya Bakti Skala Besar ini, sinergi antara akademisi Unsrat dan TNI tidak hanya memperkuat pembangunan infrastruktur daerah perbatasan, tetapi juga semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat serta perguruan tinggi.

(***)

Komentar