oleh

JWS Merapat ke CEP-Sehan, Ini Alasannya

MANADO, SULUTBICARA.com – Pernyataan sikap mantan Ketua PDIP Minahasa yang membelot mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Christiany Eugenia Paruntu Sehan Salim Landjar yang diusung Partai Golkar dan PAN menjadi angin segar bagi pasangan yang mengusung slogan Sulut Bangkit ini.

Ketua DPD Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu menyambut baik pilihan politik mantan Bupati Minahasa. “Puji Tuhan. Selamat bergabung kembali di keluarga besar Partai Golkar. Kami bersyukur dan berterima kasih. I yayat u santi!!!,” sambut CEP, Jumat (04/09/2020).

Inilah pernyataan sikap Jantje Wowiling Sajouw (JWS):

Akhirnya harus bersikap.

Memulai karier sebagai politisi sejak 1982, pertama kali tampil sebagai Jurkam Golkar.

Thn 1987, kembali ikut berjuang bersama Golkar sebagai kader dan jurkam tkt propinsi Sulawesi Utara.

⁃ Tahun 1992, di percayakan oleh Golkar pertama kali masuk lembaga legialatif sebagai anggota DPRD Minahasa.

⁃ Berkarier sebagai anggota DPRD Minahasa ( 3 periode 1992 -2003) jabatan politik terakhir sebagai Sekretaris DPD Golkar Minahasa mendampingi SVR.

⁃ Ketika SVR jadi Bupati 2003, JWS masuk Eksekutif membantu tugas SVR sebagai Bupati Minahasa.

⁃ 2 bulan dipercayakan sebagai Wakadis Dinas Pendidikan & Kebud. Minahasa sejak akhir juni 2003, awal Agustus 2003 di angkat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Minahasa sd Des 2007.

⁃ Pilkada Minahasa 2008, oleh rakyat Minahasa di pilih oleh rakyat Minahasa menjadi Wakil Bupati mendampingi SVR selama 5 Tahun sejak 2008 sd 2013.

⁃ Selama hampir 21 thn sejak 1992 sd 2013 berkarier di legislatif dan di eksekutif, saya di tempa sikap, mental, kepemimpinan dan karakter yg akhirnya

⁃ Memiliki sikap dan komitmen yg sangat kuat, teguh pada pendirian, konsisten dalam pengambilan keputusan.

⁃ Itulah sikap yg terbangun selama bertahun tahun , sehingga ketika rakyat memilih JWS IVANSA memimpin Minahasa 2013-2018, komitmen itulah yg terus mengalir dan terbawa dalam memimpin Minahasa dan akhirnya bisa membawa perubahan bagi Kabupaten Minahasa.

⁃ Warna partai boleh berganti dari kuning ke merah atau Golkar ke PDIP krn situasi dan kondisi politik wkt itu, tetapi perobahan warna tdk mengubah sikap & Komitmen sebagai pemimpin.

⁃ Karena itu suka tdk suka, senang atau tdk senang, secara pribadi saya hrs menyampaikan terima kasih kepada Golkar yg sdh merintis jalan politik saya, walaupun belum mencapai puncak, dan terima kasih kepada PDIP yg sdh memberi ruang bagi saya walau hanya 5 Thn bisa memimpin Minahasa menjadi Bupati.

⁃ Walaupun hanya singkat sdh memberi sedikit utk PDIP juga sebagai ketua DPC PDIP Minahasa.

⁃ Sejarah mencatat pertama kali PDIP merebut kekuasaan di Minahasa pd Pilakada 2013 bersama Ivansa, dan mengantarkan PDIP menang beberapa ivent politik,

⁃ Minahasa,menang Pilpres Jokowi JK, 56 %.

⁃ Menang Pileg 51 % ( masuk ranking 7 Nasional, mengantarkan JWS jd pimpinan kongres PDIP Bali 2015).

⁃ Minahasa OD SK menang Spektakuler Pilgub 66 %.

⁃ Sementara Pileg Minahasa

⁃ Pileg 2014 ( 11 kursi) naik 4 kursi,

⁃ Pileg 2019 ( jadi 17 kursi), naik 6 kursi.

⁃ Terakhir Pillres Jokowi Ma”ruf Amin, Minahasa hampir 90 %.

Itulah persembahan terbaik JWS utk PDIP. Dan kini, setelah mendaapt kesempatan menikmati karier dan jabatan, di Legislatif & eksekutif selama 21 tahun, saatnya memberi sumbangsi sebagai bentuk rasa terima kasih terhadap Golkar demi mengembalikan kejayaan Partai GOLKAR Sulawesi Utara, tanpa syarat menyatakan komitmen dan sikap politik berjuang bersama Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara yg diusung GOLKAR – PAN, CEP – SEHAN.

Keputusan politik ini di ambil tdk ada kaitan dgn suksesi Bupati mendatang, klupun masuk dlm hitungan tetap hrs melalui proses dan mekanisme partai Golkar.

Selamat berjuang CEP – SEHAN. Di tanganmu Golkar pasti bangkit. Maju bersama partai Golkar. Salam JWS.

(sbc)

Komentar

Terkait