oleh

Warga Manado Minta Paslon tak Jadi Produsen Sampah Kemasan Gelas Mineral

MANADO, SULUTBICARA.com – Kampanye para pasangan calon (Paslon) walikota dan wakil walikota Manado sedang berlangsung dimana-mana. Hal itu mengakibatkan banyak sampah-sampah yang bertebaran di Manado, mulai dari sampah visual dari poster, dan juga sampah air mineral yang bertebaran karena berkumpulnya massa pada saat kampanye terbuka.

Karena itu para paslon diharapkan benar-benar mengingatkan kepada pendukungnya untuk tetap menjaga kebersihan kota dan tak meninggalkan sampah begitu saja.

“Bagi calon walikota dan wakil walikota yang melakukan kampanye dan mengumpulkan massa, sebaiknya mampu melakukan kampanye budaya bersih juga kepada massa-nya. Hal ini dikarenakan, selepas pengumpulan massa, biasanya banyak sampah bertebaran. Jadi saya berharap calon kepala daerah tak menjadi produsen sampa,” tegas Rommy warga Tuminting, Kamis (29/10/2020).

Menurut dia, budaya kebersihan dan ketertiban ini sebenarnya bisa menjadi ciri bahwa paslon bisa menjadi contoh yang baik atau tidak untuk masyarakat.

“Momen kampanye bisa menjadi momen efektif untuk mendidik masyarakat. Bayangkan jika setiap acara ada 5 dos air mineral? Pasti tempat pembuangan akhir (TPA) Sumompo akan setinggi Gunung Soputan,” terangnya.

Diketahui, pecinta lingkungan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) mengecam penggunaan kemasan plastik karena semakin membahayakan lautan dan lingkungan. Dan lebih parah lagi, menurut pengkampanye perkotaan dan energi WALHI Dwi Sawung penggunaan kemasan plastik berupa kemasan gelas mineral dijadikan alat kampanye untuk menarik simpati masyarakat pada ajang pemilihan kepala daerah.

“Saya sangat setuju dengan gerakan menolak kemasan yang dibuat dari bahan plastik,” katanya.

Menurutnya, sampah plastik di laut dan lingkungan mengancam kelestarian lingkungan. Isu sampah plastik merupakan pijakan awal yang berguna untuk meloncat ke isu berikutnya, yakni semua plastik sekali pakai, baik itu sedotan plastik, kantong plastik, kemasan makanan plastik, ataupun botol plastik sekali pakai.

World Wide Fund for Nature (WWF) juga mendukung gerakan anti kemasan plastik. Hal ini dinyatakan oleh Act Manajer of Responsible Marine Tourism and Plastic Pollution Free Ocen Program WWF, Indarwati Aminuddin.

“Gerakan ini juga bisa memicu kesadaran kita semua untuk bertindak secara bersama mengurangi penggunaan produk plastik sekali pakai,” kata Indarwati.

Sementara itu regulasi larangan penggunaan kemasan plastik telah tertuang dalam Peraturan Mentri Lingkungan hidup no P.75/MENKLH/SETJEN/KUM.1/10/2019. Tentang Peta Penggunaan Sampah oleh Produsen.

(detik.com/jnp)

Komentar