oleh

Di Tengah Pandemi, Kebutuhan Masyarakat yang Utama, MOR: Jangan ‘Jualan Kecap’

MANADO, SULUTBICARA.com – Debat publik Calon Walikota Manado tahun 2020 dengan tema “Arah Pelaksana Pembangunan Dalam Rangka Memajukan Daerah dan Nasional Sebagai Konkretisasi Kebijakan dan Strategi Penanganan, Pancegahan, dan Pengedalian Corona Virus Disease 2010 (Covid-19)” yang dilangsungkan KPU Manado, Selasa (17/11/2020) berlangsung sukses.

Dipandu moderator Christie Pelealu, para calon walikota seperti Andrei Angouw, Sonya Kembuan, Mor Dominus Bastiaan dan Paula Runtewene menyampaikan visi, misi serta program kerja jika dipercayakan menjabat walikota Manado.

Dalam sesi keempat, Mor Dominus Bastiaan  yang didukung Partai Demokrat, PAN dan PKB memberikan pertanyaan kepada ketiga paslon.

“Untuk calon nomor 1, bagaimana realisasi anggaran 200 juta setiap lingkungan? Untuk calon nomor urut 2 bagaimana program 1 juta perbulan kepada lansia dan 10 juta setiap keluarga dengan jumlah keluarga dan lansia yang begitu banyak? Dan untuk calon nomor urut 4 bagaimana realisai program 10 ribu rumah? tanya calon nomor urut 3 ini.

Dalam menjawab pertanyaan pasangan Hanny Joost Pajouw tersebut, tampak ketiga calon kebingungan karena anggaran pemerintah difokuskan pada penanganan Covid-19 sampai 2021.

Diakhir debat, Mor memberikan closing statmen yang dianggap paling realitis terhadap masyarakat Kota Manado.

“Kami menyadari bahwa masyarakat semua sedang kesusahan dalam menghadapi masalah pandemi Covid-19 pada saat ini. Sehingga dengan kerendahan hati jika Tuhan berkenan dengan latarbelakang dibidang pemerintahan sebagai wakil walikota dan Pak Hanny sebagai mantan anggota DPRD. Maka kami MOR-HJP memiliki komitmen untuk bekerja dengan hati yang tulus untuk membuat Kota Manado bangkit dari keterpurukan,” katanya.

Sejumlah warga Manado pun menilai calon nomor urut 3 tersebut memiliki program yang jelas dan realitis untuk dilaksanakan.

“Yang lain banyak program tak masuk akal,” sindir sejumlah warga Manado usai debat.

(jnp)

Komentar

Terkait