SULUTBICARA.COM – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou resmi menerima bantuan alat kesehatan canggih berupa Heart Lung Machine (Mesin Jantung-Paru) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kamis (25/6/2026).
Bantuan ini disalurkan melalui program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) guna memperkuat jaringan rumah sakit rujukan nasional.
Penyerahan alat mutakhir ini dilakukan oleh Planning and Budgeting Officer Direktorat Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Ahmed Ramadhan Nur Lubis, kepada Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, yang didampingi oleh jajaran direksi rumah sakit.
Program SIHREN merupakan inisiatif strategis Kemenkes untuk mendistribusikan alat kesehatan mutakhir pada empat layanan prioritas, yaitu Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrologi (KJSU).
Kehadiran Heart Lung Machine di RSUP Kandou diharapkan mampu mendongkrak kapasitas pelayanan bedah jantung, sekaligus mempercepat penanganan kasus-kasus kompleks bagi masyarakat Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.
Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Starry Rampengan, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan.
“Bantuan Heart Lung Machine melalui program SIHREN ini semakin melengkapi layanan kami dan akan terintegrasi dengan layanan yang telah ada maupun pengembangan layanan baru di Pusat Kanker RSUP Kandou,” ujar Prof Starry.
Menurutnya, alat ini berperan penting dalam operasi jantung karena mampu mengambil alih fungsi jantung dan paru-paru selama tindakan berlangsung
“Sehingga meningkatkan keselamatan pasien dan memungkinkan tim medis menangani kasus-kasus yang lebih kompleks,” katanya.
Agenda serah terima ini diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) serta peninjauan langsung ke unit Heart Lung Machine.
Dengan hadirnya fasilitas baru ini, RSUP Kandou semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat rujukan regional yang menyediakan layanan kesehatan modern, berkualitas, dan mengutamakan keselamatan pasien.
(***)










Komentar